Menilik Keampuhan Jurus Pemerintah Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah

NKRIKU Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia merupakan pasar yang sangat potensial untuk perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar). Dimana hal tersebut ditandai dengan meningkatnya halal awareness (kesadaran) masyarakat belakangan ini yang sudah menciptakan berbagai pertumbuhan industri halal lainnya seperti Halal Food, Halal Fashion, Halal Healtcare dan Halal travel.

Tak hanya itu saja, lanjutnya, pertumbuhan jumlah penduduk kelas menengah muslim juga semakin membesarkan potensi EKSyar di Indonesia. Sementara itu, dunia internasional juga telah mengakui pencapaian perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, sejumlah penghargaan telah diraih oleh Indonesia dalam kontribusinya memajukan ekonomi dan keuangan syariah.

“Diantaranya lainnya adalah peringkat kedua dunia dalam pencapaian perkembangan industri keuangan islam menurut laporan Islamic Finance Development Indicator tahun 2020. Kemudian Indonesia juga mendapatkan peringkat ke empat dalam laporan State of The Global Islamic Indicator tahun 2020-2021 serta penghargaan kepada KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) dari global islamic finance award pada tahun 2020 lalu,” ucapnya pada saat pembukaan Webinar Syariah Fair 2021 di Jakarta, Senin (5/4/2021).

baca juga:

Maka dengan itu, tambahnya, besarnya potensi yang didapatkan harus dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, pemerintah saat ini telah berupaya dengan sungguh-sungguh agar berbagai program pada empat fokus utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yakni pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah dan juga pengembangan perluasan kegiatan usaha syariah dapat segera diimplementasikan.

” Dalam upaya pengembangan industri keuangan syariah dilakukan baik di sektor perbankan syariah maupun non perbankan syariah. Langkah besar yang dilakukan di sektor perbankan syariah adalah penggabungan tiga bank syariah milik Himpunan Milik Bank Negara (HIMBARA) yakni BRI Syariah, BNI Syariah dan Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI), diharapkan melalui penggabungan ini, BSI diharapkan dapat melayani transaksi baik domestik maupun global, kemudian skala kecil seperti UMKM sampai skala besar baik di tingkat korporasi baik di dalam maupun luar negeri,” bebernya.

Sedangkan, tambahnya, untuk mendorong industri keuangan non-perbankan syariah pihaknya juga melakukan berbagai upaya antara lainnya melalui penguatan industri asuransi syariah dan pengembangan layanan syariah jaminan sosial ketenagakerjaan dan pengembangan industri pasar modal syariah.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Berita Terbaru