oleh

Menpar Arief Yahya Motivasi Pemkab Selayar Membangun Pariwisata Bertaraf Internasional

SELAYAR, nkriku.com – Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (26/3/2019) dengan Agenda Kick Off Perencanaan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) parisiwata Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kedatangan Menpar Arief Yahya di Selayar bersama rombongan tiba di Bandara H. Aroeppala Selayar pukul 10.45 Wita, disambut oleh Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali, Forkompinda dan pimpinan OPD, serta dilakukan jamuan penjemputan adat dari Sanggar Seni Tanadoang (SSTD) dan pengalungan sarung sutra dari Dara dan Daeng.

Bupati H. Muh Basli Ali di pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, mengatakan bahwa kedatangan Menteri Pariwisata suatu kehormatan dan merupakan spirit dan motivasi dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengembangan pariwisata Selayar, dimana Kabupaten Kepulauan Selayar adalah pintu gerbang wilayah selatan Sulawesi Selatan.

Baca juga  Bupati Selayar Salurkan Hak Pilihnya di TPS 01, Ini Harapannya

Muh Basli Ali juga berharap dengan kunjungan Menteri Pariwisata menjadi sebuah entrik poin dalam pengambilan kebijakan untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Kepulauan Selayar yang memiliki 103 pulau, 34 pulau berpenghuni dan 96 pulau tidak berpenghuni yang berbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus dapat memberi kontribusi bagi kemajuan Indonesia secara makro, jika ini mendapat dukungan dan kaloborasi dari berbagai pihak khususnya pemerintah pusat dan provinsi.

Baca juga  Bupati Selayar Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi di Makassar

Menteri Pariwisata Ir. Arief Yahya, menyatakan bahwa intinya pariwisata itu mensejahterakan. Industri pariwisata paling mudah dan paling murah untuk meningkatkan pendapatan devisa dan lapangan kerja.

“Untuk membangun pariwisata Selayar sudah sangat bisa, Selayar sudah memiliki Taman Nasonal Takabonerate sebagai Cagar Biosfer yang memiliki sertifikasi internasional,”

Selain itu memiliki tiga A yaitu Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas. Dan Aksesibilitas, yaitu infrastruktur pendukung destinasi wisata, seperti bandara kelas internasional, ujarnya.

Kelemahan KEK Pariwisata bertaraf kelas dunia adalah Bandara Internasional. Ia berharap fokus ke pengembangan Bandara internasional.

“Ini tidak perlu di kuatirkan karena beberapa daerah kecil seperti di Belitung pulaunya mungkin sebesar ini juga, sudah menjadi bandara internasional. Jadi nanti kita fokus ke pengembangan bandara minimal kualitasnya adalah internasional dan hal itu relatif lebih mudah, kalau kita sudah memiliki kawasan ekonomi khusus,” jelas Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya.

Baca juga  Menpar Janjikan Presiden Hadir Penetapan KEK Pariwisata 2019 di Selayar

Kegiatan Kick Off Perencanaan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) parisiwata ditandai dengan menyerahkan KUR Pariwisata kepada debitur Bank, sekaligus menyaksikan penyerahan dokumen usulan KEK dari PT. SKL. Selanjutnya Menpar melakukan kunjungan ke mesium Gong Nekara dan hutan mangrove Matalalang Kecamatan Bontoharu. (Mj)

Loading...

Baca Juga: