Merger Bank Syariah Diberi Nama Bank Amanah?

NKRIKU, Jakarta – Hasil merger bank syariah milik BUMN disebut-sebut akan berganti nama menjadi Bank Amanah. Sumber Bisnis membenarkan informasi yang beredar tersebut namun tidak menutup kemungkinan ada pilihan nama lainnya.

“Status terakhir (soal nama Bank Amanah) betul, tapi bisa jadi ganti [Bank] Syariah Indonesia,” katanya mengutip Bisnis. Com, Jumat, 23 Oktober 2020.

Dalam ringkasan rancangan penggabungan antara BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah menyatakan nama bank tidak akan langsung diubah pasca merger. Pada Tanggal Efektif Penggabungan, Bank Hasil Penggabungan akan tetap menggunakan nama yang ada pada saat ini, yaitu BRIS dan berkantor pusat di kantor pusat BRIS pada saat ini.

Berita Populer  OJK: Penyaluran Dana Pemerintah 41,1 Persen dari Target

Apabila BRI Syariah berencana mengubah nama atau melakukan perubahan kantor pusat, maka akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memperhatikan keputusan para pemegang saham.

Lebih lanjut, ihwal prospek tiga bank syariah hasil merger, Bank Mandiri akan menjadi pengendali dengan kepemilikan saham sebesar 51,2 persen. Salah seorang direksi Bank Mandiri disebut-sebut bakal mengisi posisi direktur utama di bank syariah hasil merger.

Berita Populer  Bank Mandiri Hadirkan Kantor Cabang Modern Edukatif

Pengamat perbankan dari Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto menilai dominasi Bank Mandiri bakal tampak pada bank syariah BUMN hasil merger, baik dari porsi saham maupun posisi direksi.

Menurut dia, dalam sebuah merger porsi kepemilikan saham biasanya akan seimbang dengan ekuitas yang dimiliki. Hal itu biasa terlihat dari komposisi manajemen pada entitas baru hasil penggabungan.

Berita Populer  Garuda Pecat Pilot karena Penyalahgunaan Narkotika

Maka wajar bila Bank Mandiri menjadi mayoritas pada bank syariah BUMN hasil merger. Sebab, ekuitas Bank Syariah Mandiri menjadi yang terbesar di antara tiga bank syariah BUMN. “Kita lihat dari 3 bank yang terbesar adalah Bank Mandiri Syariah. Kalau di konsolidasi hal itu biasa, porsi saham akan dimiliki secara proporsional menyesuaikan siapa yang terbesar,” ujar Doddy.

Baca juga: Pandemi Berkepanjangan, Ini Rencana Bos Baru Bank Mandiri

BISNIS.COM

Berita Terbaru