Mudik Dilarang, BPS Sebut Tarif Transportasi Turut Sumbang Inflasi Tertinggi Mei

NKRIKU, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan tarif transportasi sebagai salah satu penyumbang tertinggi inflasi sepanjang bulan Mei 2021. Padahal sebelumnya pemerintah gencar melarang aktivitas mudik pada Lebaran tahun ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, menjelaskan, kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi sebesar 0,71 persen. “Transportasi memberikan andil 0,08 persen, namun inflasinya 0,71 persen,” katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu, 2 Juni 2021.

Berita Populer  BI Perkirakan Terjadi Inflasi 0,18 Persen pada April 2021

Adapun andil terbesar pada kelompok pengeluaran tersebut disumbang oleh jasa angkutan penumpang sebesar 0,07 persen dengan inflasi mencapai 2,74 persen. Jika dilihat berdasarkan komponennya, sektor transportasi juga memberikan andil yang besar pada komponen inflasi harga yang diatur pemerintah atau administered price.

Berita Populer  Neraca Perdagangan 2020 Surplus USD 21,74 M, Kontraksi Impor Kian Dalam

Tarif angkutan udara itu, kata Setianto, memberikan andil sebesar 0,04 persen dan tarif angkutan antar kota memberikan andil sebesar 0,02 persen. Selain itu, tarif parkir dan tarif kereta api juga memberikan andil sebesar 0,01 persen.

Secara keseluruhan, Setianto mengatakan inflasi pada Mei 2021 tercatat sebesar 0,32 persen secara bulanan. Secara tahun berjalan, inflasi meningkat sebesar 0,90 persen dan secara tahunan sebesar 1,68 persen. Dari 90 kota yang dipantau BPS, sebagian besar mengalami inflasi, yaitu sebanyak 78 kota. Sisanya, sebanyak 12 kota mengalami deflasi.

Berita Populer  BPS Sebut Dua Perbedaan Sensus Penduduk 2020 Ketimbang Sebelumnya

BISNIS

Baca: Terdampak Ramadan dan Idul Fitri, BPS Catat Inflasi Mei 2021 Sebesar 0,32 Persen

Berita Terbaru