by

Mungkinkah Jadi Pandemi Baru? Ini 9 Hal Soal Cacar Monyet yang Harus Diketahui

Pasang

NKRIKU, Jakarta –┬áSemakin hari semakin bertambah jumlah kasus penyakit cacar monyet pada manusia yang dilaporkan di dunia. Per Sabtu, 21 Mei 2022, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sudah ada 92 kasus terkonfirmasi dan 28 yang masih diduga kasus infeksi oleh virus yang aslinya menular di antara monyet di Afrika Tengah dan Barat itu.

WHO memberi perhatian besar karena wabah merebak di antara 12 negara yang selama ini tak dikenal sebagai wilayah endemik cacar monyet. Mereka adalah negara-negara di Eropa, Amerika Utara dan Australia. Terbesar datang dari Inggris, Portugal dan Spanyol. Dikhawatirkan, jumlah sebenarnya yang muncul saat ini lebih besar dan luas daripada yang sudah dicatat WHO tersebut. Selain bukan endemik, sebagian besar kasus juga tak memiliki hubungan atau riwayat bepergian ke wilayah endemik.

Bagaimana kemunculan virus ini, seberapa mematikan infeksinya, dan mungkinkah menyebabkan pandemi baru di dunia? Berikut ini informasi yang sudah diketahui dan dirangkum dari laporan di New Scientist dan laporan sebuah makalah terbit 2018 lalu yang memperingatkan berkembangnya ancaman monkeypox ini pada manusia,

1. Apa itu cacar monyet?
Cacar monyet adalah jenis penyakit yang disebabkan virus dari marga Orthopoxvirus, keluarga Poxviridae. Seperti namanya, virusnya biasa menular di antara monyet di Afrika Tengah dan Barat, tapi beberapa kali melompat ke manusia, menyebabkan wabah kecil.

Virus ini pertama didapati ada pada monyet di laboratorium pada 1958. Kasus pertama pada manusia teridentifikasi pertama di daerah yang sekarang Republik Demokratik Kongo pada 1970.

Moritz Kraemer dari Universitas Oxford, Inggris; John Brownstein dari Rumah Sakit Anak Boston, Amerika Serikat; dan koleganya yang lain menyatakan seratusan kasusnya yang sudah dilaporkan saat ini bisa jadi hanya puncak gunung es. “Bisa jadi virusnya menyebar lebih luas daripada yang dilaporkan,” kata Kraemer.

2. Lalu, apakah kasus-kasusnya saling terkait?
Menurut Kraemer dan Brownstein, soal ini belum jelas. Orang pertama di Inggris yang terkonfirmasi terinfeksi memiliki riwayat bepergian ke Nigeria. Gejala berupa cacar muncul pada 5 Mei dan masuk rumah sakit pada 6 Mei, dan kemudian pulih sepenuhnya. Dua kasus lainnya terkait dengan kasus pertama itu, tapi empat kasus yang terbelakang dilaporkan tak memiliki kaitan sama sekali.

“Kasus paling belakangan itu, bersama laporan kasus yang muncul di negara-negara Eropa, mengkonfirmasi kekhawatiran awal kami kalau ada kemungkinan penyebaran cacar monyet dalam masyarakat kita,” kata Susan Hopkins dari Health Security Agency di Inggris (UKHSA).

Menurut UKHSA, kasus-kasus cacar monyet di Inggris saat ini banyak ditemukan pada pria yang berhubungan seks dengan sesama pria. “Kami secara khusus mendesak para pria yang gay dan biseksual untuk mewaspadai ruam merah yang tidak biasa dan segera menghubungi layanan kesehatan seksual jika mereka mendapatinya,” kata Hopkins.

3. Bagaimana penularannya?
Menurut WHO, cacar monyet bisa ditularkan melalui paparan droplet besar yang dihasilkan saat bersin atau batuk dan juga via kontak langsung dengan luka pada kulit yang terinfeksi atau terkontaminasi. Meski mengesankan bisa menular lewat udara, namun WHO tak menggunakan istilah airborne pada virus cacar monyet.

CDC Amerika Serikat menyatakan: penularan antar manusia diperkirakan terjadi terutama melalui droplet besar dari saluran pernapasan–yang biasanya tidak bisa lebih jauh dari beberapa kaki, jadi diperlukan kontak behadap-hadapan untuk penularannya. UKHSA menambahkan, virus ini biasanya tak mudah menular dari satu orang ke orang lain. Dinyatakannya pula kalau risikonya ‘tetap rendah’ bagi masyarakat di Inggris saat ini.

Warga negara asing melewati alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis, 16 Mei 2019. Pemasangan alat pemindai suhu tubuh tersebut untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran virus Monkeypox atau cacar monyet. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Seperti penyakit cacar (smallpox), cacar monyet juga bisa menular melalui kontak dengan pakaian, handuk atau alas tempat tidur yang digunakan oleh orang yang terinfeksi. Virus tidak ditularkan lewat hubungan seks tapi lewat kontak kulit saat hubungan seks tersebut.

Bisa juga ditularkan oleh satwa liar di Afrika Barat dan Tengah. Ini terjadi jika seseorang tergigit atau kontak dengan liur, darah, cacar atau luka pada satwa itu. Virusnya juga mungkin menular lewat daging yang tidak dimasak matang.

4. Apa saja gejalanya?
Gejala awalnya termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, panas dingin, dan lelah. Ruam merah dapat pula berkembang, biasanya diawali dari wajah dan menyebar ke bagian lain termasuk alat kelamin.

5. Seberapa mematikan infeksi virus cacar monyet?