Pacu Inklusi Masyarakat, OJK Permudah dan Perluas Akses Pembiayaan

NKRIKU, Untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempermudah serta memperluas akses pembiayaan. 

“OJK memperhatikan kebutuhan masyarakat luas agar bisa mengakses pembiayaan dengan mudah khususnya bagi masyarakat yang tergolong unbankable, melalui ekosistem terintegrasi dari akses pembiayaan sampai dengan pemasaran berbasis teknologi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, lanjut dia, OJK juga memfasilitasi dan memberikan pembinaan perluasan akses pemasaran UMKM antara lain dengan membangun platform UMKM-MU yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM secara gratis. 

“Lebih dari seribu jenis produk UMKM mulai dari kuliner, fashion, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan tersedia di dalamnya,” ujarnya.

Seperti apa dukungan OJK untuk pembiayaan UMKM? Melalui “OJK Update”, Wimboh memaparkan dukungan OJK untuk pembiayaan UMKM.

Berita Populer  Modal Asing Keluar Berjamaah Rp1,24 T pada Juni 2020

1. Bank Wakaf Mikro (BWM)

OJK mendorong pembentukan BWM yang dapat memberikan pembiayaan yang mudah, murah, cepat dan tanpa agunan sehingga masyarakat luas terutama yang tergolong unbankable tidak lagi terjerat utang dari para tengkulak. Data per 16 April 2021 menunjukkan sudah berdiri 60 BWM dengan 43.246 nasabah.

2. KUR Klaster

Untuk mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), OJK membentuk program pilot project KUR Klaster di Sumatera Selatan dan Lampung dengan membangun ekosistem KUR (hulu-hilir) mulai dari calon debitur, seperti kelompok tani (poktan), bank penyalur KUR, Bumdes yang berperan selaku lembaga linkage dan offtaker.

Per 8 Maret 2021, penyaluran Kredit KUR Klaster melalui program Kartu Petani Berjaya di Lampung sudah mencapai Rp67,87 miliar dengan debitur sebanyak 3.978 nasabah.

Berita Populer  2020, OJK Sebut Industri Pembiayaan Minus 17,1 Persen karena Ekonomi Belum Pulih

Sedangkan penyaluran KUR Klaster di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan mencapai Rp1,14 miliar dengan 156 debitur pada periode November 2020-Februari 2021.

3. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

OJK menginisiasi forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait yang disebut Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Hingga 12 April 2021 telah terbentuk 239 TPAKD di seluruh Indonesia, sebanyak 34 di antaranya merupakan TPAKD di tingkat provinsi dan 205 di tingkat kabupaten/kota.

4. Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir

Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan formal kepada pelaku UKM dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah. Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan pada entitas kredit informal/ilegal. Program ini merupakan inisiatif TPAKD bekerja sama dengan Pemda setempat.

Berita Populer  Erick Larang BUMN Ikut Tender Proyek di Bawah Rp14 Miliar

5. Securities Crowdfunding

OJK mengembangkan Securities Crowdfunding (SCF) atau alternatif permodalan melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi yang cepat, mudah, dan murah yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan generasi muda dan UKM yang belum bankable untuk mengembangkan usahanya.

Digitalisasi UMKM melalui Platform UMKM-MU

OJK juga memfasilitasi perluasan akses pemasaran produk UMKM dengan menyediakan platform UMKM-MU yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM secara gratis. UMKM-MU dapat dikunjungi di www.umkmmu.id dan tersedia di Google Play dan App Store. []

OJK juga memfasilitasi perluasan akses pemasaran produk UMKM dengan menyediakan platform UMKM-MU yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM secara gratis. UMKM-MU dapat dikunjungi di www.umkmmu.id dan tersedia di Google Play dan App Store. []

Berita Terbaru