Palestina Gaungkan Konferensi Perdamaian Dunia


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Menteri Luar Negeri Palestina Riad al Maliki mengatakan bahwa konferensi perdamaian internasional adalah satu-satunya cara untuk membawa negaranya berunding dengan Israel soal kesepakatan damai.

Maliki sangat mendukung seruan dari Presiden Palestina, Mahmoud Abbas untuk konferensi perdamaian internasional awal tahun depan.

Abbas diketahui meminta pelaksanaan konferensi itu dalam sebuah pidato virtual pada pertemuan tahunan para pemimpin dunia di sidang Majelis Umum PBB yang berlangsung September lalu. Ia meminta PBB untuk meluncurkan “proses perdamaian sejati.”

Duta Besar Amerika Serikat, Kelly Craft skeptis bahwa konferensi akan membuahkan hasil. Namun ia mengatakan bahwa pemerintahan Trump terbuka terhadap kemungkinan yang diajukan oleh Abbas.

“Kami tidak keberatan bertemu dengan mitra internasional untuk membahas masalah ini. Tapi saya harus bertanya, apakah ini berbeda dari pertemuan lain yang diadakan tentang masalah ini selama 60 tahun terakhir? ” tuturnya dilansir dari Associated Press, Selasa (27/10).

Berita Populer  Fasilitas Nuklir Terbakar, Iran Siapkan Serangan Balasan

Di sisi lain, Duta Besar baru Israel untuk PBB, Gilad Erdan menentang seruan Palestina. Ia bahkan menuduh Abbas menolak “setiap tawaran perdamaian yang dibuat oleh Israel”

Abbas kata Gillar bahkan menyerang perjanjian yang berhasil diraih Israel baru-baru ini dengan Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan.

Selama lebih dari tiga dekade, Palestina telah menginginkan kemerdekaan di wilayah Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur.

Israel sendiri menarik diri dari Gaza pada 2005 tapi memberlakukan blokade yang melumpuhkan, ketika kelompok militan Palestina Hamas merebut kekuasaan dari pasukan Abbas pada 2007.

Berita Populer  Blokade Israel Picu Kenaikan Aksi Bunuh Diri di Jalur Gaza

Belum ada pembicaraan damai yang substantif antara Israel dan Palestina sejak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pertama kali terpilih lebih dari satu dekade lalu. Baik Israel maupun Palestina disebut sangat terpecah belah terkait isu-isu inti dari konflik tersebut.

Sebaliknya, Netanyahu berfokus pada membangun hubungan dengan negara-negara Arab, Afrika, dan Asia yang telah lama mendukung perjuangan Palestina untuk merdeka.

Palestina telah menolak proposal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakhiri konflik. Mereka menganggap proposal yang diajukan Trump sangat menguntungkan Israel.

Craft mendorong negara-negara Timur Tengah dan anggota Dewan Keamanan PBB untuk mendukung negosiasi Israel-Palestina berdasarkan rencana perdamaian Trump.

Bulan lalu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres berharap Israel dan Palestina segera mengambil kesempatan negosiasi perdamaian, menyusul momentum perjanjian diplomatik antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Berita Populer  PM Israel Tuding Hizbullah Simpan Gudang Senjata di Beirut

Perjanjian tersebut kata dia mengakibatkan penangguhan aneksasi Israel atas wilayah Palestina.

“Aneksasi telah ditangguhkan, dan kami yakin inilah saat yang penting bagi Palestina dan Israel untuk memulai kembali dialog mereka guna menemukan solusi politik yang sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (17/9).

Guterres mengatakan bahwa PBB telah berusaha keras, tidak hanya untuk mempromosikan pertemuan langsung antara Israel-Palestina.

Namun, dia mengatakan PBB juga mencoba untuk menemukan format di mana mediator perundingan damai Timur Tengah yakni PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia, atau sekelompok negara yang saling terkait bisa bertemu.

(ndn/dea)

[Gambas:Video NKRIKU]

Berita Terbaru