Pandemi Menggila, SRO Sulap Pendapatan Transaksi Perdagangan Jadi Dana CSR

NKRIKU Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, 30% pasien Covid-19 membutuhkan perawatan dengan salah satu bantuan vital berupa oksigen. Situasi inilah digadang-gadang membawa Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumpulkan dana CSR dari pendapatan transaksi industri pasar modal.

Direktur KSEI Syafruddin sampai dengan 15 September 2021, dana CSR yang berhasil terkumpul berjumlah Rp36,2 miliar, terdiri dari  Rp11,3 miliar dari pendapatan transaksi pasar modal dan jasa kustodian pada 9 Agustus 2021, serta  Rp24,9 miliar dari donasi pelaku industri pasar modal Indonesia. Dana CSR yang terkumpul digunakan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

” Seluruh pendapatan SRO dari transaksi pasar modal Indonesia yang dilakukan investor serta jasa kustodian pada 17 September 2021 akan kembali dikonversi menjadi dana CSR,” ujar Syafruddin melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Jika asumsi nilai transaksi per tanggal tersebut berada pada kisaran Rp9 triliun sampai dengan Rp15 triliun, maka dana CSR yang dapat dialokasikan dari pendapatan transaksi pasar modal dan jasa kustodian pada 17 September 2021 berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp8 miliar.

Berita Populer  Hari Ketiga Lebaran, 2.385 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menurutnya, rangkaian kegiatan CSR dalam rangka HUT ke-44 pasar modal Indonesia merupakan komitmen BEI, KPEI, KSEI untuk penanggulangan Covid-19 sesuai dengan tema tahun ini yaitu ‘Sinergi Pasar Modal untuk Pemulihan Ekonomi’.

” Kami berharap pandemi Covid-19 dapat diredam sehingga masyarakat menjadi semakin sehat dan kondisi perekonomian semakin kondusif,” jelasnya.

Sekadar informasi, pada pekan ini tepatnya Jumat, 17 September 2021, SRO bekerjasama dengan PMI menyelenggarakan  kegiatan CSR berupa donor darah dan donor plasma konvalesen serentak di beberapa kota. Pelaksanaan donor tersebut diselenggarakan di lima wilayah di DKI Jakarta, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Kediri, Kendari, Makassar, Malang, Mataram, Semarang, Surabaya serta Pangkal Pinang.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan darah PMI karena selama pandemi Covid-19 kebutuhan donor darah dan donor plasma konvalesen cukup meningkat, sedangkan persediaan darah sangat  terbatas. Ditargetkan terdapat hampir sepuluh ribu orang penderma darah di seluruh lokasi kegiatan. 

Berita Populer  YLKI Ungkap Kasus Tes GeNose Positif, tapi Negatif Saat Tes Ulang dengan PCR

Beberapa kegiatan donor bahkan sudah dimulai sejak 13 September 2021 di kota-kota tertentu.  jumlah peserta donor di Surabaya yang terdaftar adalah 3.050 orang. Selain kegiatan donor darah, dalam acara yang dihadiri Kepala Kantor Regional 4 Jawa Timur Otoritas Jasa  Keuangan (OJK) Bambang Mukti Riyadi dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi tersebut, juga dilaksanakan penyerahan alat kesehatan berupa 5 blood collection mixer dan 350 apheresis amicore single needle senilai Rp1,25 miliar kepada PMI Surabaya serta santunan kepada 37 tenaga kesehatan senilai Rp444 juta.

Satu hari sebelumnya pada 16 September 2021, juga berlangsung simbolis penyerahan paket donor darah yang dilangsungkan di PMI pusat provinsi DKI Jakarta.

Beberapa program CSR yang telah terealisasi antara lain sentra vaksinasi di Jakarta pada 21 sampai dengan 26 Juni 2021 dengan jumlah peserta sekitar empat ribu orang, serta sentra vaksinasi di Mataram yang akan dilaksanakan hingga awal September 2021, dan saat ini pesertanya telah berjumlah 2.400 orang. Pada tahap berikutnya, rencana pelaksanaan sentra vaksinasi dilakukan di daerah lain di luar Jakarta.

Berita Populer  Tambah 2.973 Kasus Covid-19, Ini 10 Provinsi Penambahan Terbanyak

Untuk kegiatan ini, SRO bekerjasama dengan OJK dan dinas kesehatan setempat untuk penyelenggaraan sentra vaksinasi. Program sentra vaksinasi terdekat akan dilaksanakan di dua kota wilayah Jawa Timur, yaitu Surabaya dengan target dua ribu peserta, dan Gresik yang akan dimulai pada 27 September 2021 dengan target 51 ribu peserta. 

Dukungan lain dilakukan SRO melalui penyediaan oksigen untuk Indonesia sesuai dengan program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Hal lain yang menjadi perhatian khusus SRO adalah para pekerja yang terimbas pandemic Covid-19, khususnya tenaga kesehatan (nakes) dan petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Bantuan diberikan dalam bentuk santunan sebesar Rp12 juta untuk masing-masing ahli waris nakes. Berdasarkan data dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), terdapat lebih dari 600 orang nakes yang gugur selama pandemi Covid-19. Sampai dengan pertengahan Agustus 2021 lalu, pemberian santunan telah  direalisasikan kepada 32 keluarga nakes yang tergabung dalam PPNI Pusat dengan total biaya sebesar  Rp384 juta.

Tahapan selanjutnya, 23 keluarga nakes tengah dalam proses verifikasi dengan PPNI Provinsi DKI Jakarta.[]

Berita Terbaru