by

Pansus BLBI Harus Kerja Maksimal Urai Benang Kusut Skandal Keuangan Negara

NKRIKU Panitia Khusus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Pansus BLBI) didesak harus benar-benar maksimal bekerja mengurai benang kusut kasus mega skandal keuangan negara tersebut. Terlebih kasus BLBI adalah peristiwa extra ordinary crime yang merupakan peristiwa kejahatan ketika negara sedang alami transisi dari pemerintah orde baru ke era reformasi.

Untuk itu, dia berharap Pansus BLBI DPD RI ini harus bekerja semaksimal mungkin. Dengan demikian, kotak pandora kasus BLBI bisa terungkap.

” Kasus BLBI terjadi karena patut diduga ada kongkalikong tingkat tinggi. Adanya permainan yang sangat canggih dari para pejabat perbankan pada waktu itu,” tutur Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Hardjuno Wiwoho di Jakarta, Kamis (13/1).

Skema BLBI yang disebut kejahatan BLBI merupakan skema bantuan atau pinjaman yang diberikan Bank Indonesia (BI) kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas pada saat terjadinya krisis 1998 di Indonesia.

“Dan sampai kini tak ada penuntasan,” katanya.

Selama ini, pasalnya telah banyak upaya politik untuk menuntaskan skandal BLBI ini. Namun sayangnya, endingnya tidak jelas. Karena itu, pihaknya berharap agar Pansus BLBI DPD RI ini bukan sekedar lips service saja. Tetapi harus bekerja sepenuh hati untuk membongkar skandal itu.

“Jadi, saya ingatkan agar Pansus BLBI ini bukan sebuah kepura-puraan untuk mengungkap kebenaran demi kepentingan rakyat,” terangnya.

Padahal, banyak kepentingan politik terselubung di dalamnya.

“Tunjukan kepada kami bahwa Pansus BLBI DPD RI ini serius. Dan bukan Pansus pura-pura untuk menyenangkan rakyat,” ucapnya.

Berita Terbaru