PDIP Diminta Jangan Bergantung pada Puan Maharani, Ganjar Pranowo Lebih Potensial Capres 2024

NKRIKU, JAKARTA – PDIP harus mulai memperhitungkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai salah satu nama yang akan dimajukan pada pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Demikian pendapat Direktur Indopolling Network, Wempy Hadir meresposn hasil survei Indikator Politik Indonesia, Selasa (27/10).

Menurut Wempy, melihat data survei kondisi nama-nama yang akan bertarung pada Pilpres mendatang masih sangat cair.

Meski demikian, tertingginya elektabilotas Ganjar harus menjadi bahan pertimbangan PDIP dalam menentukan siapa yang akan diusung, selain Putri mahkota Partai berlambang banteng Puan Maharani.

“Kalau Ganjar punya modal sosial yang bagus, gubernur 2 periode di daerah yang memiliki pemilih yang tinggi, punya rekam jejak politik bersih. Harus jadi pertimbangan politik PDIP. Saya kira PDIP punya kepentingan mengorbitkan Ganjar selain putri mahkotanya (Puan Maharani),” kata Wempy, Selasa (27/10).

Terkait siapa yang nantinya bakal diusung, Wempy meyakini seluruh partai akan mengacu pada hasil survei dan kehendak masyarakat umum.

Kata Wempy, bisa jadi PDIP akan mengusung sosok yang sesuai hasil survei angka elektabilitasnya tinggi dan juga diinginkan masyarakat.

“Siapa yang akan diusung oleh PDIP tentu berdasarkan hasil survei dan kehendak publik. Sampai skerang menurut saya belum kelihatan petanya. Penentunya sejauh mana figur yang ditawarkan diterima oleh publik,” kata Wempy.

Hasil Survei Indikator Ganjar Pranowo menjadi figur paling potensial untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang dengan perolehan angka sebesra 18.7 persen.

Di urutan kedua ada Ketum Partai Gerindra dan Menhan RI, Prabowo Subianto (16,8 persen), diikuti oleh Anies Baswedan (14,4 persen dan Sandiaga Uno (8,8 persen).

(sta/rmol/pojoksatu)

Berita Terbaru