Pedagang Ingatkan Pajak Aset Kripto dan NFT Jangan Sampai Bikin Investor Kabur

NKRIKU, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) yang juga COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, menilai pengenaan pajak pada industri aset kripto maupun NFT, di satu sisi sangat baik, karena dapat mendorong industri lebih berkembang.

Hal ini juga melegitimasi, bahwa industri aset kripto dan ekosistemnya bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara, melalui pendapatan pajak tersebut.

Berita Populer  Pajak Tinggi, Orang Kaya Mulai Tinggalkan California

“Sebaiknya pengenaan pajak ini, jangan dibuat terlalu menyulitkan para trader dan investor melihat industri ini masih terbilang sangat baru,” kata pria yang akrab disapa Manda dalam keterangan tertulis, Sabtu, 8 Januari 2021.

Namun, Manda mengingatkan jangan sampai kebijakan ini justru membuat para investor kripto atau pemilik NFT cenderung memilih untuk melakukan trading di luar negeri. Musababnya, itu malah bisa mengakibatkan kehilangan kesempatan atau opportunity lost bagi Indonesia.

Berita Populer  Dana Pensiun RI Cuma 13 Persen dari PDB Tanpa Reformasi

Sebelumnya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Neilmaldrin Noor, menjelaskan bahwa wajib pajak harus mencantumkan seluruh asetnya dalam SPT Tahunan sebagai bentuk kepatuhan perpajakan, tak terkecuali bagi aset digital NFT.

Berita Populer  Membedah Aturan Pajak Pulsa dan Kartu Perdana Sri Mulyani

Di sisi lain, dalam pemberitaan sebelumnya, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyatakan pengenaan pajak atas kripto akan paralel dengan rencana pembentukan bursa yang menaungi aset kripto. Pungutan pajak transaksi atas aset kripto, nantinya akan otomatis ditarik dari investor oleh para platform pedagang kripto.

Berita Terbaru