Pembuatan Sumur Resapan Jauh dari Target, Wagub DKI Salahkan e-Katalog

NKRIKU.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan alasan pembuatan sumur resapan atau drainase vertikal yang jauh dari target. Sistem katalog online untuk penyedia jasa dan barang Pemprov DKI atau e-katalog disebut jadi penyebabnya.

Sejauh ini sejak Gubernur Anies Baswedan memimpin ibu kota, sebanyak 3.876 titik sumur resapan telah dibuat pengerjaan paling banyak dikerjakan saat tahu. 2020 dengan 2.974 lokasi.

Berita Populer  Mengapa Denda Progresif Bagi Pelanggar Prokes di Jakarta Dihapus?

Kendati demikian, angka itu masih terlampau jauh dari target. Pada 2020 saja, Pemprov DKI menargetkan pembuatan 5.000 sumur resapan.

Menurut Riza, jumlah vendor penggarap sumur resapan yang mendaftarkan di e-Katalog belum banyak.

Berita Populer  Jelang Libur Nataru, Pemprov DKI Awasi Ketat Tempat Usaha

Baca Juga:
Varian Baru Virus Corona Masuk ke Indonesia, Wagub DKI Klaim Punya Strategi

“Kan ini harus pakai e-Katalog. Kami akan usahakan mendorong semua pengusaha yang memiliki produk masukkan ke ekatalog. Supaya banyak pilihan supaya lebih merata, tidak dimonopoli oleh satu-dua perusahaan,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Berita Populer  Hore! Destinasi Wisata Dibuka, tapi...

Politikus Gerindra ini menuturkan, pembuatan sumur resapan harus dikerjakan banyak vendor. Karena itu ia mengajak para pengusaha untuk segera memasok dan mendaftarkan produk terkait drainase vertikal itu ke e-Katalog.

Berita Terbaru