Pemerintah AS Umumkan Tak Lagi Kendalikan Pandemi Corona


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Pemerintah Amerika Serikat telah mengumumkan tidak akan lagi mengendalikan pandemi virus corona. Mereka kini tengah fokus soal pengadaan vaksin untuk virus tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows dalam sebuah acara yang dihelat pada hari Minggu (25/10).

“Kami tidak akan mengendalikan pandemi. Kami akan mengontrol fakta bahwa kami mendapatkan vaksin, terapi dan area mitigasi lainnya,” katanya dilansir dari NKRIKU, Selasa (27/10).

Ungkapan tersebut mendapat respons dari berbagai pihak, salah satunya adalah Profesor dan Direktur Pusat Pembangunan Berkelanjutan di Universitas Columbia, Jeffrey D. Sachs.

Berita Populer  Pemerintah Sebut Penggunaan Masker Kain Tak Lebih dari Empat Jam

Ia menuangkan kekhawatirannya dalam sebuah tulisan di rubrik opini yang dimuat oleh NKRIKU Senin (26/10). Dalam tulisannya ia mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menyerah dan meninggalkan pertempuran melawan corona.

“Saya yakin dia akan dikenang sebagai kegagalan presiden terbesar dalam sejarah Amerika,” tulis Jeffrey.

Trump sebelumnya telah mengaku sengaja meremehkan pandemi corona di Negeri Paman Sam dengan dalih tidak ingin membuat masyarakat khawatir.

Berita Populer  Menko PMK Minta Kemenag Siapkan Surat Edaran Pembukaan Ponpes

Jeffrey mengatakan hal tersebut adalah bentuk kebodohan. Kata dia, kebodohan Trump menghadapi pandemi bisa dilihat saat ia lebih memilih menyelamatkan ekonomi dibanding keselamatan warganya.

Menurut Jeffrey, Trump mungkin sudah menyerah menangani pandemi corona, namun sebagian besar orang Amerika Serikat belum.

“Kami siap memakai masker, untuk diuji, menjaga jarak sosial, mengisolasi diri jika diperlukan, menjaga keamanan kantor dan toko kami,” ujarnya.

Hingga hari ini Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah kasus positif corona tertinggi di dunia. Menilik data dari website Worldometer yang diakses Selasa, kasus virus corona di AS nyaris menyentuh angka 9 juta dan 231.045 kematian.

Berita Populer  Reaksi Anak-Anak Wuhan Bisa Kembali Bersekolah: Senang Sekali, meski Lusa Ada Ujian

Pada akhir pekan kemarin, nyaris 80 ribu kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Amerika Serikat dalam waktu 24 jam. 
Bahkan ketika infeksi melonjak, aturan bermasker di AS masih diabaikan.

Ahli penyakit menular Anthony Fauci mendesak pemerintahan Trump untuk menetapkan kebijakan menggunakan masker di seluruh AS. Fauci menilai kebijakan ini sangat penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 di AS yang terus memburuk.

(ndn/dea)

[Gambas:Video NKRIKU]

Berita Terbaru