Pemerintah Gelontorkan Bantuan Kuota Data Internet, Tenaga Pendidik Dituntut Begini

NKRIKU, Tenaga pendidik dituntut untuk melakukan terobosan dan kreatif dalam menjalankan proses pembelajaran jarak jauh (daring). Adapun guna mendukung semua itu, pemerintah telah berupaya hadir melalui beberapa program yakni, Bantuan Kuota Data Internet bagi tenaga pendidik dan peserta didik. 

Tak dipungkiri, proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri, baik bagi pendidik maupun bagi peserta didiknya. Hal itu lantaran pandemi Covid-19 menghilangkan proses pembelajaran tatap muka dan menggantikannya dengan proses pembelajaran jarak jauh (daring). Adaptasi baru inilah yang kemudian membuat para tenaga pendidik harus berjuang ekstra keras untuk bisa menyampaikan materi pembelajaran, sehingga para muridnya bisa menyerap materi pembelajaran dengan maksimal.

Dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi STKIP Pasundan Cimahi Deswita Supriyatni mengungkapkan semasa pandemi Covid-19, proses pembelajaran memang tidak optimal dalam penyampaian materi pembelajaran.

baca juga:

“Karena biasanya materi yang saya sampaikan identik dengan tatap muka dan praktik. Sekarang mau tidak mau harus melalui teknologi media atau tatap muka secara virtual. Hambatannya adalah ketika para mahasiswa yang ada di daerah tidak bisa menyimak maksimal karena terjadi gangguan koneksi internet”, ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/12/2020).

Hal serupa juga disampaikan Guru SDS Islam Ibnu Hajar Cipayung, Jakarta Timur Arya Wiratman yang mengungkapkan bahwa kondisi pembelajaran jarak jauh secra virtual dan video pembelajaran, sangat monoton. Meski begitu dirinya mengaku tetap berusaha mengemas pembelajaran mirip seperti saat tatap muka di kelas.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendikan dan Kebudayaan telah memberikan Bantuan Kuota Data Internet kepada 1,9 juta guru, 166 ribu dosen, 3,8 juta mahasiswa, dan 29,6 juta siswa sekolah, sejumlah 100 GB yang dialokasikan 50 GB setiap bulannya. Kuota internet ini bisa dimanfaatkan oleh setiap jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta. Sebanyak 35,5 juta pendidik dan peserta didik di seluruh Indonesia telah menerima manfaat ini sejak September 2020 lalu.

Menurut data survei dari Lembaga Arus Survei Indonesia (Oktober 2020), sebanyak 85,6 persen responden menilai bahwa program Bantuan Kuota Data Internet ini meringankan beban ekonomi orang tua pelajar/mahasiswa dalam membeli paket internet.

“Sebelum ada bantuan kuota internet, kondisi sangat sulit dan terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan harus pintar mengatur keuangan keluarga dan menyisihkan agar kebutuhan kuota internet terpenuhi. Setelah ada bantuan sangat meringankan beban pengeluaran sehari-hari,” tutur Arya.

Begitu pula dengan Deswita, ia mengaku harus mengatur ulang perencanaan keuangan keluarganya saat masa pandemi Covid-19 yang saat itu kebutuhan primer dan biaya internet menjadi prioritasnya.

Berita Terbaru