Penanganan Pandemi, Pemerintah Serap Dana Lelang SBSN Senilai Rp7 Triliun

NKRIKU Pemerintah menyerap dana Rp7 triliun dari lelang tiga seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara tambahan dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp7,47 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Rabu (24/2/2021) menyebutkan lelang ini untuk memenuhi pembiayaan penanganan pandemi dalam APBN.

Dilansir dari Antara, pemerintah memenangkan seluruh penawaran masuk untuk seri PBS029 sebesar Rp1,76 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,60941 persen.

Untuk seri PBS004, pemerintah juga memenangkan seluruh jumlah penawaran masuk sebesar Rp2,18 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,52 persen.

Untuk seri PBS028, pemerintah memenangkan Rp3,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,12381 persen dari penawaran masuk Rp3,53 triliun.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari sukuk negara selama Januari-Februari 2021 mencapai Rp55,9 triliun.

Lelang tambahan sukuk ini dilakukan pemerintah di luar jadwal rutin, karena rendahnya penawaran yang masuk dari lelang sukuk pada Selasa (24/2/2021) yaitu hanya sebesar Rp24,23 triliun.

Dari lelang enam seri sukuk tersebut, pemerintah menyerap dana Rp4,9 triliun. Realisasi lelang ini jauh di bawah target indikatif yang ditetapkan sebelumnya Rp12 triliun.

Sekadar informasi, Pemerintah menyerap dana Rp4,9 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp24,23 triliun.

Keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Selasa (23/2/2021) menyebutkan hasil lelang sukuk ini belum memenuhi target indikatif Rp12 triliun.

Dilansir dari Antara, jumlah dimenangkan untuk seri SPNS10082021 sebesar Rp4,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,07950 persen.

baca juga:

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2021 ini mencapai Rp4,88 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 3,03 persen dan tertinggi 4,5 persen.

Untuk seri PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,60941 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034 ini mencapai Rp4,93 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 6,58 persen dan tertinggi 7,4 persen.[]

Berita Terbaru