Penetrasi Perbankan Syariah RI 6,51 Persen, Malaysia Sudah 29 Persen

NKRIKU, Jakarta – Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi mengatakan perbankan syariah tanah air memang masih mencatatkan kinerja yang baik sepanjang pandemi Covid-19. Tapi di sisi lain, Hery mengingatkan bahwa penetrasi perbankan syariah Indonesia masih kalah dibandingkan negara lain.

“Masih sangat rendah,” kata Hery Dirut Bank Syariah Indonesia dalam diskusi di Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021.

Berita Populer  China dan UEA Akan Suplai 340 Juta Vaksin Covid-19 ke Indonesia dalam Dua Tahap

Hingga akhir 2020, penetrasi perbankan syariah di Indonesia baru mencapai lebel 6,51 persen. Indonesia paling rendah dari enam negara lain yang ditampilkan Hery.

Urutannya yaitu Uni Emirat Arab (UEA) 24 persen, Qatar 27 persen, dan Malaysia 29 persen. Selanjutnya Kuwait 49 persen, Brunei 57 persen. dan tertinggi yaitu Arab Saudi dengan 65 persen.

Berita Populer  Teken Perjanjian Utang Sindikasi, PT SMI Dapatkan Pinjaman Rp 10,26 T

Padahal, populasi muslim di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Saat ini, jumlah penduduk muslim Indonesia mencapai 209,1 juta orang atau 87,2 persen dari keseluruhannya. Sementara di Malaysia, hanya ada 19,9 juta penduduk muslim atau 61,3 persen populasi penduduk.

Menurut Hery, ada beberapa penyebab perbankan syariah di negara lain lebih unggul dari Indonesia.

Berita Populer  Ramai-ramai 'Patungan' Dirikan Bank Syariah Terbesar RI

Pertama, Malaysia mulai mengembangkan perbankan syariah sejak 1963, 28 tahun lebih dulu dari Indonesia yang memulai pada 1991.

Kedua, pemerintah Malaysia dan Brunei banyak memberi insentif kepada perbankan syariah. Salah satunya dari sisi tarif perpajakan dan kemudahan dibandingkan perbankan konvensional.

BACA: Bank Syariah Indonesia Targetkan Penjualan SR014 Sebesar Rp 500 M

FAJAR PEBRIANTO

Berita Terbaru