Penting Disimak! Hal yang Sebabkan Pelamar CPNS Tak Lolos Administrasi

NKRIKU Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 yang telah mengikuti proses seleksi administrasi dipastikan sudah melewati masa sanggah yang berakhir pada 13 Agustus lalu.

Saat ini para peserta hanya tinggal menunggu pengumuman pasca sanggah yang jika tidak ada aral melintang akan diumumkan hari ini, Minggu (15/8/2021). Lantas, apakah peserta ada kemungkinan tidak lolos seleksi administrasi?

Perlu diketahui, peserta seleksi CPNS 2021 bisa tidak lolos administrasi jika memilih formasi tidak sesuai dengan kriteria. Misalnya lulusan S1 melamar untuk formasi D3, maka dipastikan yang bersangkutan tidak dapat diterima.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan agar pelamar CPNS memilih formasi dan kriteria sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki pelamar. Misalnya jika kamu lulusan D3 maka pilihlah formasi D3.

“Jangan S1 mau daftar D3. Itu enggak bisa, pasti ditolak instansinya,” sebut BKN, seperti dikutip akun Instagram resmi @bkngoidofficial, Minggu (15/8/2021).

“Jangan karena kita pikir ‘ah S1 kan lebih tinggi dari D3, pasti diterima’ enggak. Misalnya mau daftar SMA pakai ijazah S1 itu enggak bisa ya, tetap harus pakai ijazah SMA,” sambungnya.

Sebagai informasi, kasus seperti ini memang sempat terjadi. Kala itu, seorang pelamar CPNS dicoret oleh pemerintah kabupaten suatu daerah lantaran menggunakan ijazah S1 yang tidak sesuai dengan kualifikasinya.

Peminat untuk masuk menjadi CPNS selalu menjadi animo tinggi bagi masyarakat.

Berita Populer  Wajah Situs Susi Air Baru, Susi Pudjiastuti Ajak Netizen Terbang ke Seluruh RI

Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia mencatat pelamar CPNS hingga 27 juli 2021 yang telah mengisi formulir sebesar 4.543.158. Sedangkan sudah Submit 4.030.182.

Dengan peminatan sebanyak itu, kira-kira berapa gaji menjadi PNS pada 2021 saat ini?

Saat ini komponen perhitungan gaji PNS 2021 beserta tunjangannya masih dirombak dan disusun ulang. Penyusunan formula gaji PNS sendiri merujuk pada  Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Rencananya formula gaji PNS 2021 bakal disederhanakan, menjadi gaji dan tunjangan saja. Kemudian besarannya ditentukan dari  jabatan seperti beban kerja, tanggung jawab dan risiko pekerjaan.

Sementara itu, rencananya gaji tunjangan disederhanakan menjadi tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan. Sementara tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan akan dimasukkan ke dalam perhitungan gaji PNS.

Saat ini belum pasti kapan formulasi gaji PNS baru akan diberlakukan, namun saat ini gaji PNS masih merujuk pada PP Nomor 15 Tahun 2019, dengan daftar gaji antara lain sebagai berikut.

Daftar gaji PNS 2021 Golongan I

Ia: Rp1.560.800- Rp2.335.800

Ib: Rp1.704.500- Rp2.472.900

Ic: Rp1.776.600- Rp2.577.500

Id: Rp1.851.800- Rp2.686.500

Daftar gaji PNS 2021 Golongan II

IIa: Rp2.022.200- Rp3.373.600

IIb: Rp2.208.400- Rp3.516.300

IIc: Rp2.301.800- Rp3.665.000

IId: Rp2.399.200- Rp3.820.000

Daftar gaji PNS 2021 Golongan III

IIIa: Rp2.579.400- Rp4.236.400

IIIb: Rp2.688.500- Rp4.415.600

IIIc: Rp2.802.300- Rp4.602.400

IIId: Rp2.920.800- Rp4.797.000

Daftar gaji PNS 2021 Golongan IV

Berita Populer  Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Ikut CPNS?

IVa: Rp3.044.300- Rp5.000.000

IVb: Rp3.173.100- Rp5.211.500

IVc: Rp3.307.300- Rp5.431.900

IVd: Rp3.447.200- Rp5.661.700

IVe: Rp3.593.100- Rp5.901.200

PNS juga mendapatkan sejumlah tunjangan. Setiap PNS memiliki tunjangan yang berbeda-beda, ini tergantung dari masa kerja, instansi, serta jabatan yang diembannya, baik pelaksana maupun fungsional.

Saat ini formulasi tunjangan yang bisa didapat PNS antara lain tunjangan keluarga, tunjangan anak, tunjangan kemahalan, tunjangan beras, tunjangan jabatan, tunjangan kinerja, dan sebagainya.

Untuk besarannya, tunjangan PNS tersebut antara lain tunjangan suami/istri sebesar 5% dari gaji pokok. Berikutnya ada tunjangan anak 2% dari gaji pokok dengan maksimal 3 anak, tunjangan makan sebesar Rp35.000 – 41.000 per hari, tunjangan jabatan, dan perjalanan dinas.

Sementara untuk Tunjangan Kinerja (Tukin) 2021 masih diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 37 tahun 2015. Berikut rincian Tukin PNS 2021 berdasarkan Perpres 37/2015:

Eselon I:

Peringkat jabatan 27 Rp117.375.000 Peringkat jabatan 26 Rp99.720.000 Peringkat jabatan 25 Rp95.602.000 Peringkat jabatan 24 Rp84.604.000

Eselon II:

Peringkat jabatan 23 Rp81.940.000 Peringkat jabatan 22 Rp72.522.000 Peringkat jabatan 21 Rp64.192.000 Peringkat jabatan 20 Rp56.780.000

Eselon III ke bawah:

Peringkat jabatan 19 Rp46.478.000

Peringkat jabatan 18 Rp42.058.000 – 28.914.875 Peringkat jabatan 17 Rp37.219.875 – 27.914.000 Peringkat jabatan 16 Rp25.162.550 – 21.567.900 Peringkat jabatan 15 Rp25.411.600 – 19.058.000 Peringkat jabatan 14 Rp22.935.762 – 21.586.600 Peringkat jabatan 13 Rp17.268.600 – 15.110.025 Peringkat jabatan 12 Rp15.417.937 – 11.306.487 Peringkat jabatan 11 Rp14.684.812 – 10.768.862 Peringkat jabatan 10 Rp13.986.750 – 10.256.950 Peringkat jabatan 9 Rp13.320.562 – 9.768.412 Peringkat jabatan 8 Rp12.686.250 – 8.457.500 Peringkat jabatan 7 Rp12.316.500 – 8.211.000 Peringkat jabatan 6 Rp7.673.375

Berita Populer  Kemendikbud Buka Peluang Angkat Guru PPPK Jadi CPNS

Peringkat jabatan 5 Rp7.171.875

Peringkat jabatan 4 Rp5.361.800

Pemerintah memberikan keistimewaan bagi PNS yang bertugas mengurus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memberikan tunjangan khusus. Hal ini diatur dalam Perpres Nomor 3 Tahun 2021, Perpres Nomor 4 Tahun 2021, Perpres Nomor 5 Tahun 2021, dan Perpres Nomor 6 Tahun 2021.

Ada empat jabatan fungsional yang berhak mendapatkannya tunjangan khusus itu yakni, pembina teknis perbendaharaan negara, analis pengelolaan keuangan APBN, analis perbendaharaan negara, dan pranata keuangan APBN.

Daftar Tunjangan Kinerja Punggawa APBN 2021:

Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Penyelia Rp960.000

Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Mahir Rp540.000

Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Terampil Rp360.000

Analisis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Madya Rp1.380.000

Analisis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Rp1.100.000

Analisis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama Rp540.000

Analis Perbendaharaan Negara Ahli Utama Rp2.025.000

Analis Perbendaharaan Negara Ahli Madya Rp1.380.000

Analis Perbendaharaan Negara Ahli Muda Rp1.100.000

Analis Perbendaharaan Negara Ahli Pertama Rp540.000 Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyelia Rp960.000

Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Mahir Rp 540.000

Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Terampil Rp 360.000.[]

Berita Terbaru