Pentingnya Generasi Muda Asah Kemampuan Dalam Dunia Bisnis di Era Digital

NKRIKU Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa dinilai perlu mengasah kemampuan diri khususnya dalam dunia bisnis di era digital. Langkah ini agar generasi muda dapat memiliki kapabilitas yang unggul dan berdaya saing.

Hal itulah pasalnya yang menggugah IndiHome sebagai layanan fixed broadband milik PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (Telkom) berupaya terus mendukung proses pengembangan diri para generasi muda.

Meskipun di situasi pandemi saat ini, IndiHome menyediakan ruang bagi mahasiswa jenjang Sarjana (S1) untuk mengeksplorasi bisnis dan ide-ide modern melalui kompetisi The 1st  IndiHome Business Case Competition (IBCC) bagi mahasiswa se-Jabodetabek dan Banten.

baca juga:

Vice President Marketing Management Telkom E. Kurniawan pihaknya mengklaim melalui kompetisi pendidikan IBCC, internet cepat IndiHome mengajak mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir dengan cara baru yang menyukseskan digitalisasi ekonomi Indonesia.

“Kami berharap, para generasi muda dapat semangat untuk maju terus dunia pendidikan bersama IndiHome dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju,” tutur E. Kurniawan melalui keterangan resminya.

Menurutnya, melihat antusias yang tinggi dari mahasiswa maka program IBCC akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan skalanya akan diperluas secara nasional. Harapannya, program IBCC dapat dirasakan tak hanya di wilayah perkotaan Jabodetabek saja, tapi generasi muda yang di daerah-daerah lain juga bisa merasakan manfaat ikut acara IBCC ini.

Sekadar informasi, Direktur Consumer Service Telkom, FM Venusiana R telah mengumumkan Noobtastic (rank score 86.33) dari Universitas Indonesia sebagai pemenang The 1st IndiHome Business Case Competition, yang merupakan sebuah kompetisi berbasis studi kasus mahasiwa yang telah diselenggarakan sejak 5 Oktober 2020 lalu. Program ini berhasil mengajak 476 tim dengan beranggotakan 3 orang dari berbagai universitas terkemuka di wilayah Jabodetabek dan Banten.

Dari ratusan ide inovatif yang masuk dalam kompetisi, dewan juri penyisihan yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA; Dr. Muhammad Subhan Iswahyudi, M.Eng; dan Dr. Dina Dellyana., S.Farm., Apt., MBA., CBAP telah memilih dan memutuskan 15 tim peserta terbaik yang masuk dalam babak final.

Lima belas tim yang masuk dalam babak final IBCC adalah Depok Consulting Group (Universitas Indonesia), WAW TEAM (Universitas Bina Nusantara), Nicoleta (Universitas Tarumanagara), Sarasvati (Universitas Bina Nusantara), Baby Dogge (Universitas Prasetiya Mulya), Kriss (Universitas Bina Nusantara), EasyPeacy (Universitas Indonesia), Leviosa (Universitas Indonesia), Agile (Universitas Bina Nusantara), Hoste (Institut Pertanian Bogor), IDEAS (Universitas Bina Nusantara), Noobtastic (Universitas Indonesia), ELEAZER (Universitas Pelita Harapan), Wallstreet (Universitas Indonesia), dan Puntenization (Universitas Bina Nusantara).

Semua tim yang lolos ke babak final menjalani rangkaian penilaian yang terdiri dari sesi presentasi selama maksimal 5 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh dewan juri final. Adpun yang menjadi tim penilai di babak final antara lain Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo; Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA; Teuku Muda Nanta, M.Eng – Executive Vice President Telkom Regional II; dan Dr. Jemy Vestius Confido – Senior General Manager Telkom Corporate University.[]

Berita Terbaru