Penyelidikan Awal Sebut Ledakan Libanon Bencana Kecelakaan

Jakarta, NKRIKU Indonesia — Dewan Pertahanan Tertinggi Libanon menyatakan ledakan di Ibu Kota Beirut pada Selasa (4/8) petang sebagai disaster-striken city atau bencana kecelakaan.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Libanon, Hajriyanto Y Thohari, menurut informasi yang didapat dari otoritas setempat.

Berita Populer  Kasus Corona Libanon Menanjak usai Ledakan di Beirut

“Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon menyatakan ledakan Beirut adalah Disaster-Striken City atau kota yang terdampak oleh bencana dan menyatakan status ‘berkabung’ selama tiga hari, dan merekomendasikan kepada Kabinet untuk mendeklarasikan State of Emergency selama 14 Minggu,” kata Hajriyanto melalui pernyataan pada Rabu (5/8).

Berita Populer  Cerita Selamat dari Ledakan Libanon karena Masuk Kamar Mandi

Chief of General Security Libanon, Abbas Ibrahim, menyampaikan penelaahan awal bahwa terdapat 2.700 ton amonium nitrat yang meledak di sebuah gudang dekat Pelabuhan Beirut.

(Visited 10 times, 1 visits today)

Berita Terbaru