Penyusunan Formasi Jadi Kunci Utama Digital Marketing Bisnis Properti

NKRIKU, Pakar pemasaran digital Juanda Rovelim mengungkapkan penerapan digital marketing yang efektif dalam bisnis properti terletak pada penyusunan formasi kanal dan alat digital marketing, bukan menjalankan semuanya.

“Ketika kita menerapkan prinsip-prinsip digital marketing, kita adalah penentu dan pengatur formasinya. Kita lihat kanal digital marketing mana yang sedang mengalami performa bagus, itu yang dimainkan,” ujar Juanda dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu malam (25/10/2020).

Menurut dia, tidak semua kanal digital marketing dalam mempromosikan suatu properti harus dimainkan, kalau semuanya dimainkan maka hal ini dianggap tidak efektif dalam melakukan prinsip digital marketing.

Melansir Antara, dalam menentukan formasi kanal digital marketing yang akan dimainkan, pelaku usaha harus memulainya dari pembentukan konten digital marketing.

Kemudian setelah konten menciptakan umpan maka pelaku usaha perlu mempertimbangkan akan disebar ke kanal digital marketing mana umpan tersebut, apakah Youtube, Facebook atau lainnya.

Selepasnya apakah konten itu kemudian akan disebarkan melalui situs atau kanal sosial media seperti Whatsapp. Terakhir pelaku usaha juga perlu mempertimbangkan jenis digital marketing yang akan ditempatkan sebagai garda depan, apakah melakukan digital marketing secara organik atau mengedepankan promosi melalui ads/iklan digital.

Kedua tipe ini memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Kalau secara organik, langkah ini berjalan pelan namun pasti dalam promosi serta menjaring prospek.

Sedangkan jika menggunakan ads, promosi digital marketing akan berjalan cepat dan dalam waktu singkat menjaring prospek bisnis namun jenis promosi seperti ini membutuhkan budget yang cukup.

“Jadi Anda perlu menyusun formasi dari sedemikian banyak kanal dan alat digital marketing jangan dimainkan semua, harus diformasikan,” kata Juanda Rovelim.

Sekadar informasi, sektor properti (real estate) pada Q2 2020 digadang-gadang masih menyumbang pertumbuhan positif terhadap PDB Indonesia (2,30%).

Hal ini mengindikasikan bahwa bisnis properti dengan Multiplier Effect lebih dari  170 subsektor industri padat karya masih menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional dalam masa krisis.

baca juga:

Adapun BTN menilai peluang tumbuh masih besar, karena sejumlah faktor diantaranya stimulus sektor perumahan berupa peningkatan alokasi KPR Subsidi Rp1,5 triliun, perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih memfokuskan diri kegiatan dari rumah, bantuan likuiditas Pemerintah untuk penyaluran kredit untuk meningkatkan sektor riil melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih melek digital.

Dengan adanya faktor pendukung tersebut, Bank BTN pun mengklaim tetap mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi yang masih prima. Per Agustus 2020, segmen KPR Subsidi membukukan pertumbuhan kredit sebesar 5,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.[]

Berita Terbaru