Perkembangan Digital Dibelokkan Rezim Otoriter Untuk Melawan Demokrasi

“Sekarang ini adalah era kebangkitan otoritarianisme digital. Jadi digital itu membawa masalah karena erat rezim otoriter atau mereka yang tidak demokratis menggunakan digital untuk melawan demokrasi,” ucap pengamat politik dari LIPI, Prof Firman Noor dalam webinar kebangsaan menyambut Munas ke-V PKS bertajuk ‘Partisipasi Masyarakat Sipil dalam Membangun Demokrasi yang Sehat’, Jumat malam (20/11).

Berita Populer  Selain Deklarasi, GMNI Ingin KAMI Beri Solusi Agar Indonesia Lepas Dari Krisis Corona

Ia merasa bahwa dewasa ini sistem demokrasi di Indonesia mengalami krisis yang sangat serius. Bahkan hal tersebut juga dialami beberapa negara di dunia.

“Setidaknya pada dua tahun belakangan,demokrasi mengalami krisis sangat serius dan 70 negara kembali mengalami kemunduran dalam hal hak-hak politik dan kebebasan politik,” katanya.

Berita Populer  Bupati Probolinggo Restui Warga Shalat Idul Fitri Di Masjid

Merujuk pada political scientist bernama V-Dem tahun 2018, jelasnya, disebutkan tren demokrasi global mengalami kemunduran. Bahkan media dan civil society kerap digunakan untuk memperkuat rezim yang berkuasa.

“Masyarakat sipil yang seharusnya menjadi kekuatan demokrasi justru terserap oleh kekuatan rezim dan menjadi alat kepentingan rezim,” tandasnya.

Berita Populer  Gempa Magnitudo 6,8 Di Bengkulu Terasa Hingga Pagaralam

Berita Terbaru