Pertarungan Elang Versus Alap-alap Tertangkap oleh Kamera

NKRIKU.COM – Sepasang burung alap-alap kawah (Falco peregrinus) tertangkap kamera saat sedang bertarung melawan burung elang merah (Milvus milvus) di udara guna melindungi anak-anak dan makanan mereka.

Keluarga burung alap-alap itu menetaskan empat anak pekan lalu di sarang mereka di Katedral Norwich, Inggris.

Fotografer alam liar, Chris dan Kim Skipper, menyaksikan ketika pasangan burung alap-alap itu bergantian mengalihkan perhatian si elang dari sarang mereka, dan menukik ke arah predator yang jauh lebih besar itu untuk mengusirnya.

Chris Skipper mengatakan kemungkinan besar elang itu mengincar makanan yang ditinggalkan di sarang.

Baca Juga:
Potret Taman Burung Siak Senilai Rp 3 M, Berisi Satu Elang Pemberian Warga

Chris dan istrinya telah memotret dan menulis tentang burung alap-alap di katedral selama lebih dari 10 tahun.

Melihat elang merah berputar-putar di atas puncak menara akan membuat orang tua baru itu khawatir, kata Chris.

“Saya belum pernah melihat elang terbang begitu dekat dengan sarang di katedral. Masalahnya adalah si burung alap-alap jantan sedang sendirian dengan anak-anaknya pada saat itu,” katanya.

Lebar sayap elang merah sekitar dua kali lipat dari alap-alap – dan tubuh alap-alap jantan lebih kecil dari betina. Jadi si elang jauh lebih besar.

“Si alap-alap jantan harus membuat keputusan dan dia tahu si elang mungkin menginginkan bangkai burung jalak yang ada di sarang untuk makanan anak-anaknya – si elang bisa saja mengambil anak-anak itu, tetapi bangkai tersebut makanan yang praktis,” kata Chris.

Baca Juga:
Kasihan, Elang Brontok di Riau Ini Kakinya Putus Sebelah

Si alap-alap jantan membawa bangkai burung jalak itu ke puncak menara katedral.

“Itu seperti persembahan – ini mangsanya, ini yang kamu mau,” kata Skipper.

Si alap-alap jantan lantas memanggil pasangannya kembali ke sarang. Tiba-tiba alap-alap betina datang dan menukik tajam ke arah elang.

“Dia (alap-alap betina) menyerang elang itu dari ketinggian,” kata Chris.

Dia berkata si alap-alap betina menggunakan cakarnya “seperti tinju” dan dapat dengan mudah mematahkan leher burung lain, sehingga si elang harus menghindar untuk mempertahankan dirinya.

Pada akhirnya, tidak ada kontak.

“Si elang kabur begitu cepat ketika ia menyadari apa yang terjadi,” kata Skipper.

Pasangan alap-alap itu telah sibuk mempertahankan sarang mereka dalam seminggu terakhir.

Sebelum elang merah datang, mereka harus mengusir burung elang buteo yang terbang mengitari sarang.

Ada pula foto yang diambil beberapa hari sebelum anak mereka menetas. Foto itu menunjukkan pasangan alap-alap tersebut menghalau burung camar, yang juga berukuran lebih besar dan berhasil mencuri merpati yang ditangkap salah satu dari mereka.

Chris mengatakan empat anak alap-alap itu kini dalam kondisi baik di dalam sarang mereka di puncak menara.

Berita Terbaru