Pinangki Pernah Disanksi Penurunan Pangkat saat Bertugas di Kejagung

JAKARTA, NKRIKU – Anggota Pemeriksa Intelijen pada Inspektorat V Jamwas Kejaksaan Agung (Kejagung), Luphia Claudia Huae menjadi saksi dalam sidang dugaan gratifikasi kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) atas terdakwa Pinangki Sirna Malasari. Luphia menyebut Pinangki pernah mendapat sanksi penurunan pangkat di Korps Adhyaksa pada 2012 silam.

Pinangki tersangkut kasus ini karena diduga pernah bertemu Djoko Tjandra yang kala itu masih berstatus buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali. Pemeriksaan berangkat dari unggahan salah satu akun Twitter berupa sebuah foto yang menunjukkan Pinangki bersama Djoko Tjandra. Dari pemeriksaan tersebut, Luphia kemudian menelusuri dan mengetahui rekam jejak Pinangki sebagai jaksa di Kejaksaan Agung.

Berita Populer  Kasus Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Diperiksa Hari Ini

Luphia mengatakan Pinangki pernah dijatuhi hukuman disipilin tingkat sedang merujuk pada keputusan Wakil Jaksa Agung RI Nomor 014/b/wja/01/2012 tanggal 13 Januari 2012. Sanksinya, berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Berita Populer  Penyidik Jampidsus Temukan Indikasi Pidana Jaksa Pinangki Sirna Malasari

“Ditemukan saudara terdakwa Pinangki Sirna Malasari pada tahun 2012 berdasarkan keputusan Wakil Jaksa Agung RI Nomor kep-014/b/wja/01/2012 tanggal 13 Januari 2012 pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah, selama satu tahun,” ujar Luphia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020).

Luphia mengaku tidak mengetahui masalah apa yang menyebabkan Pinangki harus mengalami penurunan pangkat. Terkait pertemuan dengan Djoko Tjandra, Luphia menyatakan jika Pinangki sudah diberikan sanksi berupa pembebasan dari jabatan struktural pada 29 Juli 2020.

Berita Populer  Kejagung Tak Ungkap Cleaning Service terkait Kasus Kebakaran, Ini Alasannya

“Kemudian ada penjatuhan hukuman disiplin terhadap terdakwa yakni pada 20 Juli 2020 dengan surat Wakil Jaksa Agung tanggal 29 Juli 2020 dengan penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat, pembebasan dari jabatan struktutal,” ucap Luphia.

Editor : Rizal Bomantama

Share

Share

Berita Terbaru