PLN Mulai Pulihkan Listrik di Sulbar, 63 Persen Gardu Menyala


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

PT PLN (Persero) mulai memulihkan listrik padam terdampak gempa di Sulawesi Barat (Sulbar). Sejak Sabtu (16/1) pagi hingga sore, perseroan berhasil menyalakan 24 gardu, sehingga total gardu terdampak yang telah menyala sebanyak 552 gardu.

Jumlah tersebut setara 63 persen dari total 872 gardu terdampak. Kini, hampir 57 ribu pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Saat ini, PLN masih berupaya memulihkan kelistrikan terdampak gempa antara lain di Kecamatan Tapalang, Tapalang Barat, Simkep, sebagian Mamuju, sebagian Kec. Malunda, dan Ulumanda.

Berita Populer  Seaglider Diduga Milik China, Gubernur Sulsel Surati Kedubes

“Tim kami terus bekerja di lapangan agar kelistrikan dapat kembali pulih dan dapat membantu masyarakat dalam recovery pascaa gempa,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Awaluddin Hafid, dikutip dari keterangan resmi.

Dalam keterangan yang sama, Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar apresiasi langkah PLN memulihkan kelistrikan terdampak bencana pascagempa susulan.

Berita Populer  Sisa Perih-Lebam Mahasiswa Surabaya yang Ditangkap saat Demo

“PLN langsung turun setelah gempa, saya apresiasi. Saya berharap, langkah itu terus berlanjut agar harapannya listrik dapat kembali menyala seluruhnya,” tutur Ali.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulbar siap membantu PLN untuk berkoordinasi dengan instansi lain dalam upaya percepatan pemulihan listrik.

[Gambas:Video NKRIKU]

Sebagai informasi, gempa sebelumnya mengguncang Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene di Sulbar selama dua hari berturut-turut. Gempa pertama pada Kamis, 14 Januari sekitar pukul 14.30 Wita dengan magnitudo 5,9. Lalu gempa kembali terjadi Sulbar dan beberapa provinsi tetangga dengan kekuatan 6,2 magnitudo pada Jumat, 15 Januari sekitar pukul 02.28 Wita.

Berita Populer  Inggris Bangun Stasiun Nuklir Mini Pekerjakan 6.000 Orang

Pagi tadi, gempa kembali terjadi di Majene namun dengan guncangan lebih lebih kecil Magnitudo 5,0. Sejauh ini sudah 46 orang dinyatakan tewas atas bencana tersebut.

(sfr)

Berita Terbaru