Polisi Tembak Mati Empat Tentara

NKRIKU, Manila – Pihak berwenang Filipina sedang menyelidiki kematian empat tentara yang ditembak oleh polisi di wilayah selatan negara itu yang bergolak. Menteri Pertahanan berjanji pada Kamis (2/7), untuk selidiki sampai ke dasar terkait insiden itu.

Para tentara berpakaian sipil sedang mengejar pembuat bom dan pelaku bom bunuh diri dari kelompok militan Abu Sayyaf ketika mereka diserang oleh polisi di provinsi Sulu yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Panglima Angkatan Darat Gilbert Gapay menuduh sembilan petugas kepolisian yang terlibat membunuh para prajurit tersebut. Tentara menuduh polisi menembaki anggota mereka bahkan setelah mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota militer. Sementara Polisi Nasional Filipina menggambarkan penembakan itu sebagai orang yang tidak diketahui.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan penembakan itu insiden yang sangat disayangkan. Dia menambahkan bahwa tentara yang tewas hanya melakukan pekerjaan mereka. “Kami tidak ingin ini meningkat. Kami akan selidiki sampai ke dasarnya, ”katanya.

Biro Investigasi Nasional negara itu sedang menyelidiki insiden itu, dan Lorenzana menyatakan bahwa temuan itu harus segera dirilis.

Dilansir dari Arab News, mengutip Sekretaris Dalam Negeri, Eduardo Ano, para petugas yang terlibat, ditahan saat penyelidikan sedang berlangsung saat ini.

Sementara Presiden Rodrigo Duterte dilaporkan akan mengunjungi komandan polisi dan militer di selatan. Namun, juru bicara presiden, Harry Roque, tidak menyebutkan kapan waktu yang tepat bagi Duterte akan berkunjung. (Msh)

Berita Terbaru