Polisi Temukan 48 Terabyte Foto dan Video Porno di Rumah Selebriti India Ini

NKRIKU.COM – Kepolisian India menyita 48 terabyte foto dan video syur dari rumah selebriti India, Shilpa Shetty, pasca penangkapan suaminya, Raj Kundra, atas dugaan pembuatan dan penyebaran film porno.

Menyadur The Sun Selasa (27/7/2021), polisi menemukan 48 terabyte foto dan video syur tersebut pada saat menggeledah rumah Shilpa Shetty pada hari Jumat (23/7/2021).

Shetty menyangkal jika ia terlibat dalam kasus yang tengah menimpa suaminya. Ia berdalih jika sang suami tidak bersalah atas tuduhan pembuatan film dewasa ilegal tersebut.

Berita Populer  Takut Diceraikan Istrinya yang Tajir, Karyawan Bank Swasta Ini Lepas Ular Berbisa dalam Kamar

Shetty justru menuduh rekan suaminya, Pradeep Bakshi, yang bertanggung jawab atas pembuatan video porno yang tersebar melalui aplikasi Hotshot tersebut.

Baca Juga:
Bikin Video Pura-pura Mati di Rel Kereta Api, Influencer Ini Ditangkap Polisi

Shetty juga mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak mengetahui isi konten video dan foto yang ada di aplikasi tersebut.

Berita Populer  Diiming-imingi Tas Sekolah Baru, Seorang Gadis 15 Tahun Digilir 20 Orang

Kepolisian Mumbay saat ini sedang menyelidiki apakah Shetty mendapat keuntungan dari industri film porno yang dijalankan suaminya.

Polisi Mumbai menangkap Raj Kundram karena diduga memproduksi dan menyebarkan film porno secara online melalui sebuah aplikasi pada Senin (19/7).

Polisi menyebut pria berusia 45 tahun itu sebagai konspirator utama dalam kasus pembuatan film dewasa melalui aplikasi dan disebarkan secara online.

Berita Populer  Malaysia Ikut Larang Pelancong dari India, Tapi Izinkan Warganya Pulkam

“Kami memiliki bukti yang cukup mengenai kasus ini,” tulis Kepolisian Mumbai dalam pernyataannya dalam siaran pers, disadur dari Al Jazeera.

Baca Juga:
Unik, Lifter India Dapat Pizza Gratis Seumur Hidup usai Sabet Perak di Olimpiade Tokyo

Perusahaan film porno itu diduga didirikan oleh Kundra dan saudaranya dan terdaftar di Inggris untuk menghindari jeratan hukum siber India.

Berita Terbaru