Polri Sebenarnya Tak Sasar Petinggi KAMI, tapi Janji Bakal Buru Orang-orang Ini

NKRIKU, JAKARTA- Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menegaskan, pihaknya tidak pernah menyasar anggota KAMI dalam penangkapan kasus penyebaran hoax Omnibus Law Cipta Kerja.

Hanya saja yang menyebarkan berita hoax tetsebut merupakan anggota KAMI.

“Dari awal kita sudah menyampaikan. Bahwasannya kami tidak menyasar KAMI. tapi kebetulan anggot itu dari anggota organisasi tersebut,” kata Awi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020).

Kendati demikian, kata Awi, penyidik tetap akan profesional dalam melakukan penyelidikian kasus tersebut, termacari benang merah siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Jadi semua tentunya dari penyelidikan itu ada benang merahnya. Benang merahnya kemana, siapa aja,” ujar Awi.

“Keterkaitan keterangan tersangka dan saksi- saksi itu akan dikejar sama penyidik. Jadi kita tidak menyesar organissi tertentu,” sambung Awi.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah menahan sembilan orang dalam kasus ujaran kebencian atqu penyebaran kabar hoax dan penghasutan terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung tindakan anarkis di sejumlah wilayah Indonesia. Mereka ditangkap pada Selasa (13/10/2020)

Dari sembilan orang tersebut, empat diantaranya ditangkap di Jakarta. Mereka yakni Anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, Deklator Anggota Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat, Deklator KAMI Anton Permana dan penulis sekaligus mantan caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kingkin Anida.

Sedangkan empat orang lainnya ditangkap di Medan, Sumatera Utara. Mereka masing-masing yakni; Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri, Juliana, Devi, dan Wahyu Rasari Putri. Selain itu, polisi menangkap seorang berinisial DW terkait kasus yang sama.

(fir/pojoksatu)

Berita Terbaru