Pria Yordania Ini Bunuh Putrinya 'demi Kehormatan', lalu Minum Teh di Samping Jasadnya

NKRIKU, Rakyat Yordania baru-baru ini dibuat geram oleh aksi pembunuhan seorang ayah terhadap putri kandungnya ‘demi kehormatan’. Bahkan, ia minum teh dan merokok di samping jasad putrinya.

Dilansir dari Gulf News, saksi mata menyebut pria berumur 60an tahun itu memukul kepala putrinya, Ahlam, dengan batako pada Jumat (17/7) saat ia berlari meminta tolong. Kejadian itu pun terekam dalam video yang kemudian viral di dunia maya. Video itu tampaknya direkam oleh salah satu tetangganya.

Menurut sebuah akun Twitter, Ahlam sepertinya mencoba melarikan diri dari keluarganya saat sedang dipukuli. Perempuan 30 tahun itu memohon kepada ibunya untuk menengahi, tetapi sang ibu hanya diam.

“Kepalanya lantas dihajar dengan batako sampai ia tewas. Para tetangganya berusaha menengahi dan menghubungi polisi. Sayang, mereka datang terlambat,” tulis akun tersebut.

Keterangan ini diperkuat oleh kesaksian para tetangga. Mereka mendengar jeritan tak lazim sekitar jam 9 malam. Korban terlihat berlari di jalan dengan bersimbah darah.

“Seluruh tubuhnya bersimbah darah. Ayahnya menangkapnya, lalu memukul kepalanya dengan batako dan menghajarnya hingga tewas di depan para tetangga yang sedang bergegas ke luar rumah untuk menolongnya,” ujar saksi mata.

Mereka menambahkan kalau sang ayah bahkan merokok dan minum teh di samping jasad putrinya setelah itu.

Menurut akun media sosial anonim lainnya, Ahlam yang sudah bercerai sempat dipenjara sebulan atas dakwaan perbuatan kurang baik.

“Ayahnya melaporkannya ke polisi, lalu membayar jaminannya agar ia bebas,” tulisnya.

Dilansir dari ABC News, menurut advokat, Ahlam ditahan setelah mengeluh menjadi korban KDRT.

Sementara itu, ayah Ahlam telah didakwa atas pembunuhan oleh Pengadilan Pidana Agung pada Sabtu (18/7). Viralnya video itu juga menimbulkan aksi protes besar-besaran untuk menuntut keadilan.

baca juga:

???? ???? ????? #?????_????????? pic.twitter.com/OYoO3jAiVt

— ?????? ??? ?????? (@reem76539) July 22, 2020

Sejumlah petisi online pun telah ditandatangani warganet. Bahkan, kejadian ini ikut mengundang komentar putri Yordania.

“Berapa banyak lagi wanita harus mati tanpa langkah hukum yang memadai. Tidak ada yang namanya kehormatan dalam pembunuhan demi kehormatan. Kita tak lagi bisa mengabaikannya,” tulis Putri Basma binti Talal di Facebooknya. []

Berita Terbaru