Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ekonom Indef: Dipaksakan

NKRIKU, Jakarta – Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment Indef Dzulfian Syafrian menilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek yang dipaksakan.

“Menurut saya, itu proyek yang dipaksakan,” kata Dzulfian dalam diskusi virtual di Instagram Indef, Minggu malam, 24 Oktober 2021.

Dia melihat bahwa jarak Jakarta-Bandung relatif dekat dan cepat ditempuh melalui mobil dan kereta. Sedangkan, kata dia, ide kereta cepat itu adalah untuk mengkoneksikan satu kota dengan kota lain yang cukup jauh.

Berita Populer  Realisasi Belanja Negara Naik 0,8 Persen Jadi Rp 2.058 hingga Oktober 2021

“Bandung kalau ga macet 2 jam sampai naik mobil,” ujarnya.

Lalu, dia juga melihat dari aspek biaya. Di mana saat ini untuk menuju Bandung sudah murah, misal menggunakan travel atau kereta api.

Berita Populer  Viral Cewek Buka Jasa Sewa Pacarnya, Biaya Tambahan Rp 100 Ribu

Ketiga, dia juga melihat aspek konektivitas ketika tiba di Bandung. Menurutnya, kebanyakan orang dari Jakarta ke Bandung untuk berwisata. Di mana saat ini belum ada konektivitas dari stasiun kereta cepat ke tempat wisata lainnya.

“Dari 3 faktor itu aja, jarak ga jauh banget, harga, dan konektivitas. Ini sepertinya belum dipertimbangkan. Maka saya bilang ini proyek agak mubazir sejauh ini,” kata Dzulfian.

Berita Populer  Bangun LRT Hingga Kereta Cepat, Kemenhub Siapkan Rp 11 Triliun

Dia juga menyoroti ihwal besarnya anggaran yang digunakan “Bahkan terakhir itu APBN harus top up ke sana,” kata dia.

Baca Juga: KCIC: Stasiun Padalarang Bantu Integrasi Kereta Cepat dengan Transportasi Lain

Berita Terbaru