PTPN XIV Kejar Target Produksi Gula 69 Ribu Ton di 2021

NKRIKU, PT Perkebunan Nusantara XIV Regional Makassar terus berupaya mengejar target produksi meski perekonomian masih lesu. Meskipun pandemi Covid-19 memberi dampak keras perusahaan.

Hal itu dikemukakan oleh Dirut PT PN XIV Ryanto Wisnuardhy mengatakan, hal itu sesuai dengan arah-arah kebijakan dan strategi perusahaan yang terus fokus pada peningkatan produksi.

“Kita bersama memperbaiki dan juga mempertahankan yang sudah baik. Seperti kita juga harus menyusun strategi jitu kondisi keuangan, bukan hanya lebih fokus memproduksi komoditi bisnis kita,” kata Ryanto dikutip dari Antara, Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

baca juga:

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN XIV, Andi Wardi Samad berharap target 2021 dapat tercapai dengan sinergi yang kuat semua karyawan perusahaan BUMN ini.

Dia berharap semua karyawan yang juga anggota SPBUN menjalankan nilai nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif), sehingga target 2021 dapat dicapai dengan saling sinergi dan kolaboratif dalam menghadapi masalah dan tantangan yang semakin kompleks.

“Implementasi core value BUMN (AKHLAK) tersebut kami yakin perusahaan akan sehat dan karyawan semakin sejahtera sesuai motto serikat pekerja ‘Perusahaan Sehat Karyawan Sejahtera’,” ujar Wardi.

Lebih lanjut, Wardi Samad membeberkan produksi gula PTPN XIV 2019 dan dia juga memprediksi target 2021. Sebagai gambaran pada 2020, produksi PTPN XIV sebesar 56 ribu ton gula. Untuk target tahun 2021 sebesar 69 ribu ton.

Andi Wardi menjelaskan, sekitar 70 persen revenue PTPN XIV dari penjualan produksi komoditi tebu sedangkan 20 persen revenue dari penjualan produksi komoditi sawit.

Sejak holding dibentuk 2014, komoditi sawit, mayoritas tidak pernah rugi/keuntungan operasional diatas Rp1 triliun tiap tahun.

Sementara komoditi gula dengan biaya operasional tinggi akibat berbagai keterbatasan, akhirnya dalam lima tahun sawit terus mensubsidi biaya operasional komoditi tebu/gula. Kondisi tersebut juga menyeret komoditi produksi sawit menjadi terpuruk. []

Berita Terbaru