Puji Keberhasilan China, Prabowo: ‘Oh Itu Negara Otoriter’, tapi Kemiskinan Hilang


NKRIKU – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto memuji habis-habisan negara Republik Rakyat Tiongkok atau Republik Rakyat Cina, yang saat ini berhasil menjadi salah satu negara dengan perekonomian paling maju di dunia.

Pujian kepada Tiongkok itu ia sampaikan saat berbincang dengan Deddy Corbuzier, seperti ditayangkan di kanal YouTube Deddy pada Minggu (13/6/2021).

“Yang dilakukan RRT harus kita akui sesuatu yang luar biasa. Dalam 40 tahun, kemiskinan hilang. Sejarang mana di dunia? Kenapa? Cepat, loyal, patuh. Ada yang blang ‘Oh itu negara otoriter’. Tapi kemiskinan hilang. Pertumbuhan ada. RRT bangkit. China udah nyalip Amerika,” ujar Prabowo, yang disetujui oleh Deddy.

Prabowo menyebut Indonesia perlu mencontoh China dalam hal ini.

“So kita harus lihat contoh yang berhasil. Bukan berarti kita mau…di sana kan yang berkuasa partai komunis. Ideologinya kita tidak ambil, kita ambil yang baiknya,” katanya menambahkan.

Sebelum menyampaikan itu, Prabowo bilang bahwa banyak birokrat di Indonesia yang licik dan hanya menjilat di hadapan atasan.

“Saya lihat ada beberapa pejabat di depan ‘iya, iya, iya’. ‘Siap, Pak! Siap, Pak’. Di belakang dilambat-lambatin. Banyak birokrat pintar menyampaikan 20 alasan untuk menyampaikan bahwa proyek ini susah dijalankan. Intinya gak dijalankan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga ditanya soal rencana Kemenhan belanja Alutsista Rp1.700 trilun. Prabowo menegaskan, bahwa hal itu belum disetujui.

Saat disinggung bahwa nilai tersebut belum ada apa-apanya dibanding belanja alutsista Amerika Serikat yang mencapai 600 miliar dolar (sekitar Rp10 ribu triliun) per tahun, Prabowo tak mau Indonesia dibilang pasti kalah kalau dijajah.

“Kita punya suatu senjata yang ampuh. Senjata itu adalah perlawanan rakyat. Jadi sebetulnya pertahanan kita pertahanan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Saat disinggung mengenai adanya mafia dan kemungkinan korupsi dalam rencana belanja alutsista tersebut, Prabowo mengaku sedang ingin mengantisipasinya.

“Nah itulah yang sedang mau saya tertibkan sekarang. Saya dapat perintah dari presiden, mandat. Saya sedang menata. Kita minimalkanlah kemungkinan yang tidak benar. Caranya? Saya negosiasi langsung dengan produsen. Sehingga kita tahu harga sebetulnya berapa. Untuk menjga agar kita tidak tergoda untuk terlibat, saya mau ajak Kejaksaan, BPKP dan BPK, untuk memeriksa semua kontrak kita sebelum selesai,” katanya.

Prabowo tak menampik bahwa kemungkinan korupsi tetap ada.

“Bisa saja terjadi (korupsi). Namanya semua anggaran pemerintah potensial untuk di-mark up, dan lain sebagainya. Ya sudah tahulah kita. Kita kan sudah lama jadi orang Indonesia. Yang penting bagi saya kalau yang sudah gila-gilaan, barang X misalnya, mark up-nya sampai 600 persen, saya tidak akan tanda tangan. Biar orang gak suka sama saya. Gue gak mau kalau udah gila-gilaan,” katanya. []

Berita Terbaru