Puluhan Jasad Korban Longsor Flores Timur Dikubur Massal di Kebun Singkong

NKRIKU.COM – Puluhan jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Lama Nele, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dimakamkan secara massal di lahan kebun singkong milik warga.

“Yang dimakamkan di sini semua keluarga. Paling banyak dari Suku Atamukin, yang lainnya Suku Wungu Blolon,” kata Thomas Tupenbeda, keluarga korban yang datang berziarah di Lama Nele, Rabu.

Thomas menuturkan, liang lahat untuk permakaman massal dengan panjang 60 meter, lebar lima meter, dan dalam tiga meter mulai digali secara manual pada Minggu sore (4/4). 

Berita Populer  Terkuak! Kuburan Massal Peserta Wajib Militer Terbongkar Setelah 22 Tahun

Keesokan harinya, menurut dia, satu unit alat berat dari warga yang berprofesi sebagai kontraktor dikerahkan untuk mendukung penyiapan liang lahat di lahan kebun singkong milik keluarga korban bencana.

Baca Juga:
54 Warga Meninggal Dunia Akibat Longsor di Flores Timur

Di kuburan massal itu, lilin-lilin dinyalakan. 

“Lilin adalah terang Kristus yang menerangi orang meninggal, dengan menyalakan lilin kami percaya terang Kristus menerangi mereka,” kata Pimpinan Klinik Pratama Pulitoben Witihama, Suster Eduarda, usai berziarah dan menyalakan lilin.

Berita Populer  Longsor dan Banjir Bandang di Flores Timur, Puluhan Orang Belum Ditemukan

Menurut keterangan beberapa perwakilan keluarga korban, jenazah yang dimakamkan di permakaman massal tersebut berkisar 56 sampai 60 jenazah, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.

Tanah longsor terjadi di Desa Lama Nele pada Minggu (4/4) sekitar pukul 01.30 waktu setempat.

“Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dari arah Gunung Ile Boleng dan datang lumpur terus tumpah di rumah penduduk. Tidak sampai lima menit, batu besar menggelinding, semua hanyut,” kata Thomas.

Berita Populer  Longsor Sumedang: 15 Orang Meninggal, 24 Belum Ditemukan

Baca Juga:
Update Banjir Bandang Flores Timur: 34 Orang Tewas

Siklon Tropis Seroja menyebabkan angin kencang, tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang di Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kupang, Belu, dan Timor Tengah Utara serta Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Berita Terbaru