Resmi Tersangka, KPK Tahan Walikota Cimahi dan Komisaris RS Kasih Bunda

NKRIKU, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap  Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AJM) dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda, Cimahi, Hutama Yonathan (HY).

Keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 1×24 jam dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah dan atau janji terkait perizinan pembangunan Rumah Sakit (RS) di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020. 

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan Rutan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 28 November 2020 sampai dengan 17 Desember 2020,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2020).

baca juga:

Ia mengatakan untuk tersangka AJM bertempat di Rumah Tahanan Negara pada Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat.

“Dan HY di Rumah Tahanan Negara pada Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya,” sambungnya. 

Dalam kasus tersebut, tersangka AJM diduga telah menerima suap sebesar Rp1,661 miliar dari total kesepakatan Rp3,2 miliar. 

Uang sebesar Rp1,661 miliar itu diterima Ajay Priatna dalam lima kali tahapan yang berkaitan dengan pembangunan penambahan gedung RSU Kasih Bunda. 

Kendari demikian, dikatakan Firli, KPK sungguh prihatin atas korupsi yang terus dilakukan para Kepala Daerah. Bahkan untuk Kota Cimahi, telah 3 kali Kepala Daerahnya berturut-turut menjadi tersangka KPK. 

“KPK berharap kejadian ini tidak akan terulang kembali,” ucapnya. 

Berita Terbaru