Respons Habib Rizieq, Mahfud MD: Kerumunan Jadi Pembunuh Potensial Kelompok Rentan

JAKARTA, NKRIKU – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyorot keras kerumunan massa yang terjadi beberapa hari terakhir. Pemerintah tidak akan menoleransi pengumpulan massa yang mengabaikan protokol kesehatan.

Mencermati perkembangan terakhir dalam satu pekan ini, Mahfud menyebut telah terjadi peningkatan signifikan kasus Covid-19. Sementara di saat sama terjadi pula kerumunan massa dalam jumlah besar, terutama sejak 10-13 November di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya.

Berita Populer  Kasus Covid-19 di Bodebek Melonjak, Luhut Ingatkan Jangan Ada Kluster Baru

“Pemerintah menyesalkan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksanaan pesta pernikahan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan Jakarta Pusat,” kata Mahfud dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Turut mendampingi Mahfud dalam acara ini Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan.

Berita Populer  Update 16 November 2020, Pasien Covid-19 Tambah 3.535 Jadi 470.648 Orang

Mahfud mengingatkan, orang yang sengaja melakukan kerumunan masa tanpa mengindahkan protokol kesehatan berpotensi menjadi pembunuh potensial terhadap kelompok rentan.

Pemerintah, kata dia, mendengar dan mendapatkan keluhan serta masukan dari berbagai kalangan mengenai hal ini. Pemerintah akan bertindak tegas jika masih ada kegiatan pengumpulan massa yang mengabaikan protokol kesehatan.

Berita Populer  Kisah Maria Darmaningsih Taklukkan Corona, Seni dan Ekspresi Menjadi Obat

“Pemerintah akan menindak tegas dan melakukan penegakan hukum bila masih melakukan pengumpulan massa dalam jumlah besar. Khusus kepada tokoh agama dan msyarakat diharapkan memberikan tontoh dan teladan terhadap semuya warga untuk mematuhi protokol kesehatan,” kata Mahfud.

Editor : Zen Teguh

Share

Share

Berita Terbaru