Retno Marsudi Ikut Pimpin Aliansi 92 Negara Vaksin COVID-19 COVAX AMC EG

NKRIKU, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Marsudi mendapatkan nilai tertinggi sebagai Co-Charis dari COVAX Advance Market Commitment Engagement Group atau COVAX-AMC EG pada pemilihan yang berlangsung secara virtual pada 8 hingga 12 Januari 2021 lalu di Jenewa, Swiss.

COVAX AMC EG adalah forum lintas negara AMC atau negara berkembang dengan berbagai negara donor untuk proses pengadaan dan distribusi vaksin bagi negara AMC. Forum ini adalah hasil inisiasi dari Aliansi Vaksin (GAVI) bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Indonesia mendapatkan suara terbanyak yaitu 41% dari suara masuk. Suara terbanyak kedua diperoleh oleh Menteri Kesehatan Ethiopia,” jelas Menlu pada konferensi pers daring, Rabu (13/1/2021).

baca juga:

Indonesia terpilih sebagai perwakilan dengan suara terbanyak setelah dilakukan voting dari lima calon kandidat AMC 92 Economies atau 92 negara yang tergabung dalam COVAX AMC. Selain Indonesia, ada dua perwakilan negara lain, yaitu Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Karina Gould, dan Menteri Kesehatan Ethiopia, Lia Tadesse.

“Yang menarik, dari 3 co-chairs ini semuanya adalah perempuan,” kata Retno.

Sedangkan nantinya COVAX Facilty telah menentukan target pengadaan vaksin hingga 20 persen populasi dari setiap negara AMC. Tak hanya pengadaan, forum internasional tersebut juga akan mendukung kesiapan negara-negara AMC dalam distribusi dan proses vaksinasi nasional.

Dalam konferensi pers tersebut, Retno juga menyebutkan bahwa terpilihnya Indonesia dalam COVAX AMC EG tersebut adalah wujud dari kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia. Selain itu, momen tersebut juga merupakan tanggung jawab besar bagi Indonesia untuk terus mewujudkan kesetaraan akses vaksin COVID-19 kepada semua negara.

“Kita sering sebut prinsip ‘no one is safe until everyone is’ (tidak ada yang aman sampai semuanya aman),” jelas Retno.

Maka dari itu, pemerintah Indonesia terus menekankan bahwa pandemi akan selesai jika semua negara dapat menyelesaikan pandemi di negaranya masing-masing.

Selanjutnya, Menlu telah melakukan komunikasi dengan tim Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa dan Co-chairs lainnya terkait berbagai persiapan yang harus dilakukan demi menjalankan mandat baru tersebut.[]

Berita Terbaru