Risiko Pailit dalam Restrukturisasi Utang Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

NKRIKU, Jakarta – Definisi restrukturisasi utang menurut Joel G. Sigel dan Joe K. Shim, debt restructuring (restrukturisasi hutang) adalah penyesuaian atau penyusunan kembali sruktur utang yang mencerminkan kesepakatan kepada debitor untuk merencanakan pemenuhan kewajiban keuangannya.

Salah satu solusi yang dapat diupayakan adalah mengajukan restrukturisasi bisnis atau utang dengan niat baik (good faith) kepada krediturnya. Jika mengahsilkan kesepakatan, tentu akan membantu keadaan debitur. Sebaliknya jika terjadi wanprestasi atau debitur dianggap tidak mampu memenuhi prestasinya yakni membayar utang, langkah hukum yang dapat dilakuakn para kreditur adalah melayangkan pengajuan permohonan pernyataan pailit.

Berita Populer  Pekerja KFC Teriak Upah Dipotong: Kebijakan Tak Sesuai Keuntungan Bisnis

Secara strategi, langkah restrukturisasi masa pandemi seperti saat ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu; 1). Melalui strategi pendekatan Business to business, langsung dengan kreditur yang bersangkutan, 2). Melalui fasilitas yang diberikan pemerintah  melalui Peraturan OJK No.11 Tahun 2020, 3). Melalui Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang  (UU Kepailitan).

Adapun alternatif untuk merestrukturisasi utang berdasarkan Peraturan OJK No. 11 Tahun 2020, kesempatannya hanya terbatas pada debitur-debitur pelaku usaha kecil dan menengah yang mengalami ketidakmampuan sementara akibat dari Covid-19, yang plafondnya terbatas hingga Rp10 miliar. Dengan kata lain fasilitas tersebut belum tentu dapat digunakan oleh semua jenis kreditur. Jikapun dapat, tetap saja mekanisme penyelesaiannya akan dilakukan secara one to one dalam hal debitur memiliki lebih dari satu kreditur.

Berita Populer  Luhut: Kita Harus Menahan Diri untuk Tidak Mudik

Sedangkan dalam UU  Kepailitan menyediakan dua cara bagi debitur untuk dapat mengajukan  permohonan  restrukturisasi, yaitu; 1). melalui permohonan PKPU berdasarkan Pasal 222 UU Kepailitan,  atau, 2). melalui pengajuan usulan perdamaian setelah debitur dinyatakan pailit berdasarkan Pasal 144 Undang-undang yang sama.

Berita Populer  Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM Melonjak, Menkop Akui Angin Segar Buat Pemerintah

Selanjutnya, langkah pengajuan permohonan restrukturisasi utang melalui PKPU dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu; 1). Debitur dapat mengajukan permohonan PKPU terhadap dirinya sendiri secara  sukarela (voluntary PKPU) berdasarkan Pasal 222 Ayat (1) UU Kepailitan, atau, 2). Mengajukan PKPU sebagai reaksi terhadap pengajuan permohonan pailit yang diajukan oleh krediturnya berdasarkan Pasal 229 ayat (3), atau 3). Pengajuan permohonan PKPU oleh kreditur terhadap debitur tersebut berdasarkan Pasal 222 ayat (3) UU Kepailitan.

RAUDATUL ADAWIYAH

Baca: Restrukturisasi Kredit Turun Jadi 82 T, Bos BNI Sejumlah Sektor Mulai Pulih

Berita Terbaru