by

Rp 260 Triliun Dialokasikan untuk KUR BRI, Ini Cara dan Syarat Pengajuannya?

NKRIKU, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mendapatkan alokasi Rp 260 triliun untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR pada 2022. Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan bahwa alokasi KUR tersebut menjadi hal positif bagi perseroan untuk mendukung pengembangan ekosistem ultramikro.

Dilansir dari laman resmi BRI, Minggu, 16 Januari 2022, BRI menyediakan 3 jenis layanan KUR untuk pelaku UMKM. Pertama, KUR Mikro dengan pinjaman maksimal Rp 50 juta per debitur dengan suku bunga 6 persen per tahun.

Untuk pinjaman KUR Mikro, terdapat jenis pinjaman yang dimaksud adalah Kredit Modal Kerja (KMK) dengan jangka waktu paling lama 3 tahun dan Pinjaman Investasi (KI) dengan jangka waktu paling lama 5 tahun.

Kedua adalah KUR Ritel. BRI memberikan pinjaman sebesar Rp 50 hingga Rp 500 juta kepada para pelaku UMKM dengan suku Bunga efektif sebesar 7 persen per tahun. Sama seperti KUR Mikro, untuk KUR Ritel, emiten bank dengan sandi BBRI ini memberikan pinjaman Kredit Modal Kerja (KMK) dengan jangka waktu paling lama 3 tahun dan Kredit Investasi (KI) dengan jangka waktu paling lama 5 tahun.

Ketiga adalah KUR TKI dengan pinjaman maksimal Rp 25juta atau berdasarkan Struktur Biaya yang ditetapkan pemerintah. KUR ini memiliki suku bunga efektif 7 persen per tahun atau setara dengan suku bunga flat 0,41 persen per bulan.

Tertarik untuk mengajukan subsidi bunga di BRI? Anda bisa mengajukan subsidi bunga KUR BRI dengan melengkapi persyaratan berikut:

Berita Terbaru