Saham Produsen Rokok Jegal IHSG, Waktunya Investor Beraksi Pilih Saham Sektor Ini!

NKRIKU Secara teknikal pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membentuk pola 2 days reversal signal dari candlestick yakni bearish engulfing. IHSG (-0.18%) ditutup melemah 10.71 poin kelevel 5933.70 dengan saham-saham disektor konsumsi (-2.34%) dan pertanian (-1.19%) menjadi penekan hingga akhir sesi perdagangan.

Terkoreksinya saham-saham produsen rokok hingga auto reject bawah menjadi trigger negatif setelah Kementerian Keuangan mengumumkan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5% yang sebelumnya dispekulasi tidak ada kenaikan.

HMSP (-6.96%) dan GGRM (-6.99%) turun setelah sebelumnya menguat optimis.

baca juga:

“Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp70,71 miliar dengan saham BBRI, BBNI dan TLKM yang menjadi top net sell baru,” ujar Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah. Indeks Nikkei (-0.23%), TOPIX (-0.18%), HangSeng (-0.35%) dan CSI300 (-0.04%) terkoreksi mengiringi indeks berjangka AS yang berfluktuatif karena investor kembali menilai prospek stimulus AS yang cenderung alot. Ekuitas Eropa membuka perdagangan dengan menguat.

Indeks Eurostoxx (+0.23%), FTSE (+0.24%) dan DAX (+0.07%) naik terkosolidasi dengan saham-saham konsumsi menahan sedangkan saham-saham bahan kimia turun.

Pound turun setelah makan malam Perdana Menteri Boris Johnson dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berakhir tanpa terobosan untuk kesepakatan Brexit. Euro naik untuk hari pertama minggu ini sebelum keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa yang diperkirakan akan menambahkan 500 miliar euro ($ 605 miliar) ke program pembelian obligasi daruratnya.

Melihat situasi dalam negeri dan global tersebut, maka memberikan potensi terkoreksi jangka pendek yang akan kembali uji support MA5. Indikator stochastic crossing pada area overbought dan Indikator MACD bergerak divergence.

Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi tertekan dengan support resistance 5.877-5.956.

“Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; BSDE, CTRA, ICBP, SMGR, SMRA, TOWR,” sebutnya.[]

Berita Terbaru