Sandi Masuk Bursa Caketum PPP, Wasekjen Gerindra: Pendiriannya Tidak Mudah Goyang

NKRIKU, Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Kawendra Lukistian sangat yakin jika Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno tidak akan berpaling ke partai lain dan berjuang bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Yakin bang Sandi tetap berjuang untuk rakyat bersama pak Prabowo di Gerindra,” tegas Kawendra, saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2020) malam. 

Dirinya mengaku sangat mengenal bagaimana sosok Sandiaga sejak 13 tahun yang lalu. Ia menilai, Sandiaga adalah seorang loyal dalam berjuang dan pendiriannya tidak mudah goyang.

“InsyaAllah saya sangat meyakini beliau berkomitmen untuk sama-sama semakin membesarkan Gerindra kedepannya,” ujarnya.

Selain itu, Kawendra juga mengungkapkan, komunikasi yang dijalin Sandi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, serta sejumlah  pimpinan Partai Gerindra lainnya selama ini sangat baik dan intens

“Terlebih Istri bang Sandi juga Mpok Nur (Nur Asia Uno) merupakan Dewan Pembina Gerindra. Bang Sandi sangat sayang dan nyaman dengan gerindra,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Citra Institute Yusa’ Farhan menilai, manuver Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencalonkan Sandiaga Uno sebagai Ketua Umum PPP merupakan terobosan politik yang menyegarkan bagi partai berlambang Ka’bah.

“Sandiaga Uno dianggap menjadi figur yang bisa diterima semua kalangan,” ungkap Farhan kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Selain itu, Farhan menuturkan, kehadiran Sandiaga juga mendongkrak elektabilitas partai tersebut, mengingat pada Pileg 2019 lalu. “Perolehan suara PPP terus menurun dibanding Pemilu sebelumnya, yaitu 4,52 persen suara (nyaris menyentuh ambang batas parliamentary threshold),” sambungnya.

Menurutnya, langkah politik PPP dalam mencalonkan Sandi Uno sebagai Ketua Umum juga merefleksikan adanya krisis kader dan kepemimpinan di internal PPP.

“Sirkulasi kepemimpinan partai mestinya diprioritaskan pada kader-kader internal terlebih dahulu untuk menjamin berlangsungnya mekanisme perkaderan dan manajemen kepartaian yang sehat,” paparnya.

Meski demikian, lanjut Farhan, manuver PPP tersebut memerlukan pendekatan ekstra mengingat Sandi, secara etika politik adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra dan telah memiliki investasi politik di Gerindra, terutama dalam arena kontestasi Pilpres 2019 lalu.

“Gerindra tentu tidak akan melepaskannya begitu saja mengingat kontribusi Sandi selama ini,” tandasnya.[]

baca juga:

Berita Terbaru