Satgas Covid Ancam Tutup RS UMMI Jika Tak Laporkan Hasil Swab HRS

NKRIKU.COM – Satgas COVID-19 Kota Bogor mengancam akan menutup izin usaha
Rumah Sakit UMMI Kota Bogor, Jawa Barat. Hal itu dilakukan karena RS UMMI
dianggap tak bisa bersinergi dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam penanganan
pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab.

 

Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah mengatakan merujuk pada
Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 107 tentang PSBMK Kota Bogor ada sanksi bagi
badan usaha yang kedapatan menghalangi upaya proses penegakan peraturan dalam
menangani wabah menular. Sanksi maksimal bisa berupa penutupan izin usaha.

 

“Ini dapat dikenakan sanksi sampai maksimalnya
penutupan izin usaha. Jadi ada sanksi yang melekat pada nanti Rumah Sakit UMMI
apabila tetap bersikukuh tidak mau melaporkan hasil swab dari pasien tersebut
kepada Satgas Covid-19 Kota Bogor,” kata Agustian, kepada wartawan di
Balai Kota Bogor, Sabtu (18/11/2020).

 

Agus mengatakan upaya untuk melakukan swab ulang terhadap
Habib Rizieq telah coba dilakukan oleh Satgas COVID-19 Kota Bogor. Namun,
keluarga dari Habib Rizieq menolak permintaan dari satgas.

 

“Hanya memang keluarga yang bersangkutan kurang
berkenan karena alasannya baru paginya diswab,” ujar Agus.

 

Namun, Agus menegaskan seharusnya pihak RS UMMI memiliki
itikad baik untuk bisa bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor agar
melaporkan data pasien yang dirawatnya. Sementara, RS UMMI menutupi data hasil
swab tes dari Habib Rizieq.

 

“Tapi berikutnya ada di rumah sakit, sejauh mana rumah
sakit punya niat baik bekerja sama, berkoordinasi, bersinergi dengan Satgas
Covid Kota Bogor. Karena ada kewajiban rumah sakit untuk melaporkan setiap
pasien yang dirawat di rumah sakitnya, terutama yang telah melakukan swab
tes,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru