Sektor Pariwisata Dapat Kucuran Dana Hibah Rp3,3 Triliun


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Pemerintah mengucurkan dana hibah untuk sektor pariwisata senilai Rp3,3 triliun untuk membangkitkan kembali bisnis yang terdampak pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan program Dana Hibah Pariwisata ini dalam rangka menekan dampak Covid-19 dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya pada sektor pariwisata.

“Dana Hibah Pariwisata merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN] guna membantu Pemerintah Daerah [Pemda] serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah [PAD] serta gangguan finansial akibat pandemi Covid-19,” ujar Wishnutama, dikutip dari laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kamis (22/10).

Berita Populer  Gugus Tugas Dibubarkan, Khofifah Sesuaikan Nomenklatur Baru

Selain itu,Dana Hibah Pariwisata juga diharapkan dapat membantu industri pariwisata untuk meningkatkan kesiapan destinasi dalam penerapan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) dengan lebih baik.

“Hal ini menjadi langkah awal dari pemulihan agar mampu meningkatkan kepercayaan dari wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata karena pelaksanaan protokol kesehatan dengan baik adalah kunci keberhasilan sektor pariwisata agar dapat lebih cepat bangkit,” ujarnya.

Wishnutama melanjutkan, pihaknya sudah menetapkan kriteria daerah, hotel, serta restoran yang akan diikutkan program Dana Hibah Pariwisata. Termasuk pula mekanisme dan syarat penyalurannya.

“Sasarannya, pemerintah daerah yang terdampak perekonomiannya terutama di sektor pariwisata, khususnya industri hotel dan restoran sehingga dapat menggerakkan kembali kegiatan pariwisata,” ujarnya.

Berita Populer  Sri Mulyani Siapkan Rp31 T untuk Pengadaan Vaksin Covid 2021

Dongkrak Pertumbuhan Nasional

Sementara itu, Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) terus mendorong akselerasi realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada Kuartal IV/2020 untuk meringankan beban ekonomi masyarakat dan menjadi stimulus pergerakan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin menyebut PEN menargetkan dapat menambah penyerapan anggaran minimal Rp100 triliun pada kuartal IV/2020 untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Secara kumulatif, realisasi anggaran PEN sampai dengan 19 Oktober 2020 telah mencapai Rp344,43 triliun atau sebesar 49,5 persen dari total anggaran Rp695,2 triliun.”

Berita Populer  Finalisasi Skema Bantuan Gaji Rp 2,4 Juta, Kemenkeu: Masalah Utama di Data

Khusus untuk empat sektor yang jadi fokus utama Satgas PEN, yaitu perlindungan sosial, dukungan UMKM, sektoral kementerian/lembaga dan Pemda (K/L/D), serta pembiayaan korporasi, realisasi penyerapan anggaran mencapai Rp286,93 triliun per 19 Oktober 2020.

“Sektor K/L/D menjadi sektor dengan realisasi yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan realisasi sektor lainnya, sehingga kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah memulai implementasi program pemulihan ekonomi nasional di sektor pariwisata, yang kita semua tahu merupakan salah satu sektor yang paling terdampak oleh Covid-19,” katanya.

(ang/fef)

[Gambas:Video NKRIKU]

Berita Terbaru