Sentil Panglima TNI soal Baliho, Fadli Zon: OPM Menantang-nantang TNI Kenapa Dibiarkan Saja?


NKRIKU – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menyatakan penurunan baliho bukanlah Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini pada akun twitternya @fadlizon, Sabtu 21 November 2020 terkait aksi penurunan paksa baliho bergambar Habib Rizieq Shihab oleh aparat TNI atas instruksi Pangdam Jaya Jakakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Jumat 20 November 2020.

Ia pun mengingatkan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa medan pertempuran TNI bukan berada di DKI Jakarta melainkan di ujung timur wilayah RI.

“Kepada Panglima TNI, di ujung timur RI, separatis OPM bersenjata menantang-menatang TNI dan ingin lepas dari Indonesia,” ujarnya.

“Kenapa dibiarkan saja? Kita ingin TNI kuat tangguh profesional menjaga Indonesia dr ancaman luar,” tandasnya.

Pernyataan Fadli Zon tersebut pun sebagai respons pernyataan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.

Disebutkan, penertiban baliho atas perintah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman tersebut menjadi catatan tersendiri bagi institusi penegak kedaulatan negara itu.

“Saya coba cermati langkah Pangdam Jaya ini dalam perspektif ketentaraan. Tampaknya ini pertama kali dalam sejarah, sebuah institusi penting negara berurusan soal baliho,” ujar Ubedilah Badrun.

Ubedilah pun mengurai tugas pokok TNI sesuai Pasal 7 Ayat 1 UU 34/2004 tentang TNI, yakni menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Namun demikian, tugas pokok tersebut dinilai tak tercermin dalam penurunan baliho bergambar Habib Rizieq yang terjadi di beberapa wilayah di Jakarta.

“Saya mencermati terlalu menurunkan marwah TNI jika TNI berurusan soal baliho. Bukankah urusan penertiban baliho itu urusan Satpol PP daerah setempat?” kata Ubedilah.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai pasukan TNI seharusnya fokus menangani masalah Separatis OPM atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

“Apalagi kembali KKB, Kelompok Separatis OPM, kembali berulah, 2 warga sipil di Ilaga Papua mrk tembak. Aksi berulang itu secara nyata mengancam kedaulatan hukum & eksistensi NKRI. TNI dg Koopsusnya, harusnya focus ke sana, buktikan kehebatan mrk atasi kelompok teroris separatis ini,” tulis Hidayat melalui akun Twitternya, @hnurwahid, Sabtu, 21 November 2020.

“Berulangnya aksi KKB separatis OPM ini, mestinya mengingatkan TNI, bahwa musuh bersama yg membahayakan NKRI kita al adalah kelompok teroris separatis OPM. HRS (Habib Rizieq Shihab) berulang nyatakan tidak memusuhi

Pemerintah atau TNI. HRS & FPI bisa bersama TNI bantu korban bencana, jg selamatkan NKRI,” ujarnya.***

Berita Terbaru