Sidang Perkara Suap Fatwa MA dengan Terdakwa Pinangki Dilanjutkan ke Pemeriksaan Saksi

NKRIKU, Majelis Hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan terdakwa Pinangki Sirna Malasari dalam perkara suap pengurusan fatwa bebas Mahkamah Agung (MA) terhadap terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. 

Dalam putusan sela Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, sidang dilanjutkan dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi. 

“Mengadili menyatakan keberatan penasihat hukum (terdakwa) tidak diterima. Memerintahkan sidang dilanjutkan,” kata Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto dalam membacakan amar putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020). 

baca juga:

Dalam pertimbangan putusan sela, majelis hakim menyatakan, eksepsi terdakwa Pinangki atas keberatan penetapan tersangka tidak berdasar sesuai materi perkara dalam dakwaan. Hakim menilai, jika Pinangki keberatan dengan penetapan tersangka, maka seharusnya mengajukan praperadilan.   

“Menimbaang penetapan tersangka adalah bukan materi keberatan, dan sudah tidak relevan. Jika memang benar ada penyimpangan penyidikan, hal itu bisa dilakukan di praperadilan,” ucap Hakim Eko.   

Sementara terkait keberatan alat bukti yang dimiliki penyidik, dan dipermasalahkan oleh kuasa hukum terdakwa Pinangki, majelis hakim mengatakan bahwa alat bukti dibuktikan di pokok perkara dalam pemeriksaan saksi dan terdakwa. Sebab sudah masuk pada pokok perkara.

“Menimbang bahwa alasan keberatan atas dakwaan tidak diterima,” tuturnya.

Lebih lanjut majelis hakim Pengadilan Tipikor juga meyakini, surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) sudah disusun secara jelas dan cermat. Sehingga, eksepsi terdakwa Pinangki Sirna Malasari yang menyebut dakwaan tidak cermat tersebut ditolak.

“Menimbang majelis hakim telah membaca cermat BAP penyidikan adalah benar. Kemudian dakwaan JPU sudah disusun berdasarkan fakta hukum dan pasal-pasal yang didakwakan telah sesuai pasal yang disangkakan. Menimbang bahwa setelah hakim membaca, ternyata surat dakwaan telah sesuai secara formil,” paparnya.

Berita Terbaru