Snowden Dapat Izin Tinggal Permanen di Rusia


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Mantan staf Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), Edward Snowden, dilaporkan diberikan izin tinggal permanen di Rusia.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Snowden, Anatoly Kucherena kepada kantor berita yang dikelola pemerintah, RIA Novosti.

Menurut Anatoly, Snowden telah meminta perpanjangan izin selama tiga tahun pada musim semi ini karena masa tinggalnya berakhir pada April 2020, tapi prosedurnya terhenti akibat pandemi Covid-19.

Pria berusia 37 tahun itu dituduh melakukan spionase dan pencurian properti pemerintah di AS karena membocorkan informasi mengenai intelijen Amerika dan program pengawasan massal ke media.

Berita Populer  Trump Ejek Biden karena Lupa Namanya Saat Pidato

Dilansir NKRIKU, Senin (26/10), Snowden tinggal di pengasingannya di Moskow setelah melakukan perjalanan ke Hong Kong untuk mengungkapkan informasi rahasia kepada publik pada 2013.

Pemerintah Rusia memberinya suaka dan memperpanjang izin tinggal pada 2017 hingga 2020.

Pada 2016, Kongres AS merilis laporan yang mengatakan bahwa Snowden telah melakukan kontak dengan pejabat intelijen Rusia sejak kedatangannya ke Rusia. Tapi klaim itu dibantahnya.

Dalam sebuah wawancara pada September tahun lalu, Snowden mengatakan dia bersedia kembali ke AS jika ada jaminan kasusnya disidang dengan adil.

Berita Populer  AS Tolak Tawaran Kerja Sama Vaksin dari Rusia

“Salah satu topik besar di Eropa saat ini adalah jika Jerman dan Prancis mengundang saya untuk mendapatkan suaka, dan tentu saja saya ingin kembali ke AS. Itu adalah tujuan akhirnya. Tapi jika saya akan menghabiskan sisa hidup saya di penjara, satu-satunya tuntutan yang harus kita setujui adalah bahwa setidaknya saya mendapatkan pengadilan yang adil,” ujarnya.

“Dan itulah satu hal yang pemerintah tolak untuk dijamin karena mereka tidak akan memberikan akses ke apa yang disebut pembelaan kepentingan publik,” imbuh Snowden kepada pembawa acara stasiun televisi CBS, Gayle King dan Tony Dokoupil, di acara “CBS This Morning”.

Berita Populer  Perusahaan Pembiayaan AS Suntik Dana Abadi RI Rp28,3 T

Snowden menambahkan bahwa ia tidak meminta pengampunan, tapi dia hanya meminta pengadilan yang adil.

“Saya tidak meminta parade. Saya tidak meminta pengampunan. Saya tidak meminta izin. Yang saya minta adalah pengadilan yang adil. Dan inilah inti yang harus dituntut oleh setiap warga Amerika,” tandasnya.

(ans/ayp)

[Gambas:Video NKRIKU]

Berita Terbaru