Sorotan ke Yasonna Usai Lapas Terbakar: Desakan Mundur-Baju Lapangan

NKRIKU – Insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang yang mengakibatkan 44 narapidana tewas disoroti sejumlah pihak.

 Sejumlah pihak menyoroti Menkumham Yasonna Laoly terkait desakan mundur hingga baju lapangannya saat meninjau lokasi kebakaran.

Awalnya sejumlah politisi menyoroti peristiwa kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang yang mengalami overkapasitas. Tak hanya itu sejumlah politisi seperti Fadli Zon dan anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding mendesak agar Menkumham Yasonna Laoly mundur.

Berikut ini sejumlah sorotan kepada Yasonna terkait insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang itu.

Fadli Zon Desak Yasonna Mundur

Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, menyebabkan puluhan narapidana meninggal dunia. Anggota DPR RI Fadli Zon menyebut Menkumham Yasonna Laoly harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Awalnya Fadli Zon mengomentari Lapas Kelas I Tangerang yang ternyata overkapasitas. Dia menilai kondisi tersebut berarti tidak ada perbaikan sampai saat ini.

“Kapasitas lapas yang lampaui batas tampung adalah masalah klasik dari waktu ke waktu. Ternyata tak ada perbaikan,” kata Fadli lewat cuitan di akun Twitternya @fadlizon, Kamis (9/9/2021).

Fadli mengatakan pemerintah telah gagal menyelesaikan persoalan lapas secara sistemik dan fisik. Padahal, menurutnya, 41 narapidana di Lapas Kelas I Tangerang wajib dilindungi oleh negara.

“Artinya, pemerintah gagal selesaikan soal ini, baik secara sistemik maupun fisik. 41 napi warga RI wajib dilindungi tumpah darahnya,” ucapnya.

Fadli pun menilai Menkumham Yasonna Laoly sebagai salah satu yang harus bertanggung jawab atas insiden di Lapas Kelas I Tangerang tersebut. Dia mendesak Yasonna Laoly mundur dari jabatannya.

“Menkumham harus tanggung jawab. Insiden yang menewaskan 41 orang narapidana ini peristiwa besar, menyangkut nyawa orang Indonesia yang harus dilindungi. Sebaiknya Menkumham mundur kalau masih punya malu,” ujarnya.

detikcom telah berupaya meminta tanggapan Yasonna Laoly terkait cuitan Fadli Zon tersebut. Namun hingga kini belum ada respons dari Yasonna Laoly.

Sindiran Tajam Legislator PAN ke Yasonna

Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding menyebut permasalahan di Kemenkumham sangat kompleks, termasuk soal lapas. Dia menilai perlu ada perbaikan secara keseluruhan di Kemenkumham.

“Ya saya kira kita semua lihat bahwa banyak hal di Menkumham ini yang memang perlu perbaikan dari dulu. Dan itu sering sekali kita suarakan, termasuk soal lapas itu sangat kompleks permasalahan di sana, masalah Imigrasi, dan masalah lain-lain. Tapi itu tidak ada yang membawa perbaikan,” kata Sudding kepada wartawan, Kamis (9/9/2021).

Politikus PAN ini lantas menyinggung prestasi Yasonna yang dinilainya nihil selama menjabat Kemenkumham. Menurut Sudding, Yasonna hanya pandai ‘mengobok-obok’ partai politik.

“Tapi kalau melihat kinerja Pak Yasonna mengobok-obok parpol politik, bolehlah. Kalau mengobok-obok parpol sesuai keinginan pemerintah, bolehlah. Kalau itu tentu menjadi prestasi, tapi kalau di luar itu sama sekali tidak ada,” ujar Sudding.

Sudding menyebut pihaknya sudah menyampaikan masalah overkapasitas di lapas sejak lama, termasuk dari sisi kemanusiaan para napi. Namun belum ada perbaikan sampai saat ini.

“Tidak ada perbaikan. Dari dulu kita menyampaikan overkapasitas sampai 400 persen, dan bagaimana kondisi lembaga pemasyarakatan yang tidak dilakukan revitalisasi. Kemudian, dari sisi kemanusiaan, walaupun dia seorang napi, tapi ada hak-hak yang harus diperhatikan, bagaimana kondisi warga binaan itu sangat memprihatinkan,” katanya.

“Dan itu dari dulu kita (suarakan), tapi tidak ada kemajuan. Barangkali Yasonna ini ditugaskan hanya untuk mengobok-obok parpol sehingga hal-hal lain dia kesampingkan begitu saja,” lanjut Sudding.

Suding mengatakan insiden terbakarnya Lapas Kelas I Tangerang hingga menewaskan 44 orang ini menjadi pelajaran besar. Dia meminta Yasonna mengundurkan diri.

“Ini ada tragedi kemanusiaan dan kita tidak bisa tutup mata begitu saja. Ada 44 korban jiwa di sana. Kalau dia (Yasonna) punya moral, dia harus mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban atas tewasnya 44 orang. Jadi bukan lagi tanggung jawab itu diserahkan ke kalapas atau dirjen, tapi dia sebagai pengambil kebijakan harus bertanggung jawab penuh,” katanya.

Sorotan terhadap Yasonna tidak hanya mengenai desakan mundur saja, tetapi ada netizen yang juga mengomentari terkait seragam yang dikenakan Yasonna ketika mengunjungi Lapas Kelas I Tangerang yang terbakar pada Rabu (8/9).

Seragam Lapangan Yasonna Disorot Warganet

Ada sisi lain saat Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly mengunjungi Lapas Kelas I Tangerang yang terbakar pada Rabu (8/9). Yasonna tampak mengenakan seragam lapangan yang berkelir merah-putih.

Tampak di media sosial Twitter, Kamis (9/9/2021), foto Yasonna yang mengenakan seragam lapangan itu diberi keterangan ‘Fashion Anak Jaksel’. Seragam lapangan itu berupa kemeja lengan pendek dengan paduan warna merah di bagian dada hingga lengan dan sisanya berwarna putih.

Di bagian bahu masing-masing di kanan-kiri tercetak empat bintang. Di bagian dada kanan terdapat nama ‘LAOLY’, sedangkan di sisi kiri tertulis ‘KUMHAM’. Di bawah emblem ‘KUMHAM’ tertulis emblem perpaduan huruf Y, H, dan L, yang diduga merupakan inisial Yasonna Hamonangan Laoly.

Ada pula logo Kemenkumham di dada kiri atas dan lengan kiri. Sedangkan di lengan kanan tampak tertulis ‘SETJEN’ dan lingkaran dengan paduan warna merah-putih.

Seragam lapangan itu memiliki dua kantong di bagian dada yang masing-masing tertempel emblem. Di bagian kiri tertulis ‘INDONESIA MAJU’ dengan angka 75. Seragam ini tampaknya sudah setahun lebih karena untuk tahun ini Indonesia sudah merayakan Hari Kemerdekaan ke-76 pada 17 Agustus lalu.

Mengenai sorotan warganet tentang seragam itu, Kepala Bagian Humas Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman tidak terlalu ambil pusing. Erif hanya menjelaskan seragam itu merupakan seragam lapangan yang biasa dipakai Yasonna.

“Biasa, senyumin aja,” ucap Erif.

Erif menyebutkan seragam itu dipakai untuk level pimpinan. Sedangkan unit-unit kerja di Kemenkumham memiliki seragam lapangan masing-masing dengan corak warna untuk membedakan dari unit lainnya.

“Itu cuma untuk pimpinan saja dan untuk lapangan gitu kalau Pak Menteri keluar,” kata Erif.

“Karena ada juga unit-unit lain yang punya seragam lapangan khusus, contoh (Direktorat) Pemasyarakatan warna hitam, Imigrasi ada sendiri. Jadi masing-masing unit ada, untuk membedakan saja,” imbuh Erif.

Sedangkan untuk seragam resmi Kemenkumham, disebut Erif, masih tetap sama, yaitu yang berwarna biru langit. Namun, saat kegiatan tertentu, seperti upacara, biasanya dilengkapi dengan jas pakaian dinas upacara berwarna biru dongker.

Yasonna Jawab Isu Ramai Napi Pakai HP di Lapas

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan pihaknya sedang meneliti isu penggunaan handphone (HP) di dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. Namun dia memilih berkonsentrasi menuntaskan masalah terkait kebakaran hebat di lapas tersebut.

“Nanti masalah yang lain, HP dan lain lain ini sedang meneliti. Kita lihat saja dulu persoalan ini,” kata Yasonna saat konferensi pers di RSUD Tangerang pada Kamis (9/9/2021). Hal itu disampaikan dia saat ditanya soal penggunaan HP di lapas.

“Karena kita berkonsentrasi pada korban, penyelesaian yang ada. 81 orang (narapidana yang selamat, red) harus kita tempatkan di mana,” sambung Yasonna.

Sebelumnya, salah satu narapidana yang tewas dalam kebakaran, Petra (25), sempat mengunggah status di Instagram dengan tulisan ‘ingin pulang’. Hal itu diceritakan oleh ibunda Petra.

“Dia terakhir pasang status di Instagram, ‘akhir-akhir ini gak tahu kenapa selalu kepikiran pulang’. Bukan pulang ke rumah, tapi pulang ke asal,” tutur Evi Nilasari (48), ibunda Petra, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9).

Evi juga menceritakan ia terakhir kali berkomunikasi dengan anaknya itu pada Sabtu (4/9) malam. Keduanya berkomunikasi via direct message Instagram.

Terakhir, pada Minggu (5/9), Petra hanya mengucapkan terima kasih kepada Evi setelah dikirimi uang.

“Malam Minggu (terakhir komunikasi). Hari Minggu dia cuma bilang terima kasih Mama udah kasih uang. Sudah dikirimin Rp 100 ribu,” ujar Evi.

Tim Kemenkumham Berkantor di Lapas Tangerang

Saat ini, tim dari Kementerian Hukum dan HAM berkantor di Lapas Kelas 1 Tangerang. Menteri Yasonna juga mengaku akan memantau perkembangan dari peristiwa kebakaran.

“Dirjen para direktur sekarang itu berkantornya di Lapas Kelas 1 Tangerang. Saya setiap saat memantau perkembangan kejadian yang ada. Kita lihat saja hasil pemeriksaan semua,” jelas Yasonna.

“Tim kami terus jalan Kami masih menghubungi keluarga-keluarga korban kami masih menunggu Inafis. Jadi kami berpikiran dulu, sekarang kami konsentrasi ke penyelesaian itu,” imbuh dia.

Terkait kasus kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, 10 napi korban kebakaran maut Lapas Tangerang yang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang. Namun 3 di antaranya meninggal dunia hari ini, sementara, 7 orang lainnya masih dirawat. Sementara total korban yang meninggal dunia 44 orang.(detik)

Berita Terbaru