Sri Mulyani Ingin Investasi dan Konsumsi Tak Memperburuk Perubahan Iklim

NKRIKU, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan dalam mengatasi tantangan perubahan iklim atau climate change dibutuhkan pemikiran serta strategi dari sisi keuangan dan teknologi.

“Ini membutuhkan pemikiran dari sisi strategi keuangan. Ini membutuhkan pemikiran dari sisi aspek teknologi. Ini adalah tantangan nyata,” kata Menkeu Sri Mulyani pada acara Festival Transformasi 2021 di Jakarta, Selasa 19 Oktober 2021. 

Berita Populer  Akibat Pandemi Covid, Sri Mulyani Akui Kemiskinan dan Pengangguran Meningkat

Sri Mulyani menegaskan persiapan strategi dari sisi keuangan dan teknologi harus dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim, mengingat tantangan ini membawa konsekuensi berat terhadap pendanaan.

Tak hanya itu, konsekuensi yang sangat dahsyat dari perubahan adalah terkait masa depan masyarakat, terutama generasi milenial.

Berita Populer  Di KTT COP26, Jokowi Sebut Kebakaran Hutan Indonesia Turun 82 Persen Di Tahun 2020

Oleh sebab itu, Sri Mulyani menjelaskan strategi keuangan dan adaptasi teknologi nantinya dikombinasikan oleh pemerintah dalam memformulasikan suatu kebijakan.

Kebijakan itu disusun untuk membantu dunia menghadapi katastropik yakni tantangan perubahan iklim yang sangat pelik karena membutuhkan desain kebijakan yang mengubah kegiatan ekonomi dan masyarakat. 

“Entah itu investasi, entah itu konsumsi yang lebih semakin menyadari peranan untuk menjaga lingkungan dan mencegah pemburukan climate change,” ujar Sri Mulyani.

Berita Populer  Masih Bukukan Kerugian, PT Timah Tak Bagikan Dividen

Meski demikian ia menyebutkan terdapat upaya yang dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat untuk menghadapi perubahan iklim seperti transformasi ekonomi hijau serta menjaga sekaligus memelihara hutan dan laut.

“Ini semua kegiatan masyarakat yang bisa terus dilakukan namun tidak semakin memperburuk climate change,” kata Sri Mulyani.

Berita Terbaru