by

Sri Mulyani Siapkan Bansos Rp 18 T Jika Harga BBM & Listrik Terpaksa Naik

Pasang

NKRIku.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mulai menyiapkan dana cadangan untuk bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat apabila kenaikan harga BBM dan listrik tak bisa ditahan.

Dananya bersumber dari sisa program penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) dengan jumlah Rp 18 triliun.

“Jadi kalau bapak presiden menyampaikan bahwa kalau situasi cadangan-cadangan bansos ini memang tadinya didesain apabila guncangan harga terutama kalau harga BBM atau listrik tidak bisa tertahan dan kemudian harus dilakukan adjustment maka perlu suatu bantalan sosial tambahan,” papar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Kamis (11/8/2022).

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyatakan pihaknya akan mencermati kapan waktu yang tepat untuk meluncurkannya dana cadangan bansos ini.

Namun yang jelas, dana itu sudah tersedia dan siap disalurkan apabila akan digunakan.

“Akan kita cermati kapan waktu yang tepat untuk memberikan tambahan bansos ini namun anggarannya sudah tersedia mudah-mudahan cukup untuk merespons kenaikan-kenaikan harga dan lain sebagainya yang bisa terjadi sampai akhir tahun ini,” jelas Isa dalam acara yang sama.

Realisasi Bansos Semester I

Bicara soal bansos, hingga semester I-2022 menurut Sri Mulyani pemerintah sudah menghabiskan Rp 217,3 triliun. Diambil dari dana bansos reguler senilai Rp 141,4 triliun dan dana PEN sebesar Rp 76 triliun.

“Memang dana PEN ini turun karena kondisinya tak seperti tahun lalu. Tahun lalu kita upsize untuk bansos karena hadirnya delta variant,” papar Sri Mulyani.

Hingga 31 Juli, Sri Mulyani memaparkan dana Rp 217,3 triliun untuk bansos telah disalurkan untuk program keluarga harapan (PKH) sebanyak 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), lalu program Kartu Sembako kepada 18,8 juta KPM, selanjutnya ada BLT Minyak Goreng kepada 21,8 juta penerima.

Berikutnya, program Kartu Prakerja sebanyak 2,1 juta peserta, lalu subsidi bunga KUR pada 4,4 juta debitur, dan terakhir BLT Desa kepada 7,6 juta KPM.

Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul “Sri Mulyani Siapkan Bansos Rp 18 T Jika Harga BBM & Listrik Terpaksa Naik