Stafsus Erick Thohir Jawab Soal Penghasilan Ganda Komisaris BUMN

NKRIKU, Jakarta – Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Arya Sinulingga, mengatakan penunjukan pejabat pemerintah menjadi komisaris perusahaan pelat merah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia juga menjawab kritik soal adanya rangkap penghasilan pejabat pemerintah yang menjadi komisaris BUMN.

Berita Populer  Erick Thohir Ulang Tahun, Para Atlet Dunia Ini Ucapkan Selamat

Menurut Arya, penghasilan yang diterima komisaris berbentuk honorarium, bukan gaji. “Dan ASN juga kalau menempati posisi-posisi tertentu diberikan honorarium,” tutur dia kepada Tempo, Ahad, 28 Juni 2020.

Sebelumnya, anggota Ombudsman Alamsyah Saragih menyoroti banyaknya komisaris BUMN yang rangkap jabatan dengan posisi di kementerian atau lembaga instansi pemerintah. Menurut dia, terdapat beberapa hal krusial yang berpotensi maladministrasi dalam rekrutmen Komisaris BUMN. Beberapa hal tersebut antara lain konflik kepentingan, penghasilan ganda, masalah kompetensi, jual beli pengaruh, proses yang diskriminatif, transparansi penilaian, akuntabilitas kinerja komisaris. “Di sini kami mendapatkan masih ada yang rangkap jabatan ini rangkap penghasilan. Ini berbahaya dan kalau dibiarkan terus, makin hari konflik kepentingan ini makin besar,” ujar Alamsyah.

(Visited 6 times, 1 visits today)
Ikuti @nkriku3 Ikuti @media_nkriku

Berita Terbaru