Stafsus Sri Mulyani Balas Kritik Pengamat soal Burden Sharing

Jakarta, NKRIKU Indonesia — Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo merespons tudingan pemerintah bangkrut karena menerapkan skema berbagi beban (burden sharing) dengan Bank Indonesia (BI).

Ia menegaskan tidak ada dana talangan (bailout), yang diartikan bank sentral “membeli” pemerintah dalam skema yang dilakukan untuk membiayai penanganan dampak virus corona dan pemulihan ekonomi itu.

Berita Populer  Kemenkeu Tambah Anggaran Kemenkes Rp25 T untuk Tangani Corona

“Yang ada, pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) yang dibeli BI dengan beban bunga yang ditanggung bersama,” ujar Yustinus dalam utas yang diunggah melalui akun Twitter @prastow, dikutip Selasa (15/9).

Berita Populer  DPR Pertanyakan Penggabungan OJK di Fit and Proper Test BI

Yustinus menerangkan skema burden sharing merupakan skema yang lazim digunakan di kancah internasional, bukan penemuan atau kreativitas Indonesia belaka. Dalam hal ini, Yustinus menyebut skema itu juga dipakai oleh negara lain, seperti Inggris, Jepang, AS, Uni Eropa, Thailand, Mexico, Hungaria, Filipina, dan Turki. Penerapan di masing-masing negara sesuai kondisi, masalah, dan kemampuan. 

Berita Terbaru