Subsidi Bantuan Uang Muka Disarankan Diperluas hingga Properti Rp5 Miliar

NKRIKU Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI) Amran Nukman menilai selain DP 0 persen, pemerintah perlu mempertimbangkan memperluas subsidi uang muka kredit pemilikan rumah (KPR). Langkah ini diharapkan bisa mendorong sektor properti selama pandemi.

Seperti diketahui, selama ini subsidi bantuan uang muka disalurkan lewat bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) sebesar 45 persen. Batasan Batasan harga hunian yang bisa menggunakan KPR BP2BT untuk rumah tapak mulai dari Rp150 juta hingga Rp219 juta. Kemudian untuk rumah susun mulai Rp288 juta hingga Rp385 juta. Lalu, untuk rumah yang dibangun secara swadaya berkisar Rp120 juta hingga Rp155 juta.

Amran menilai jika program serupa bisa diterapkan untuk hunian kelas atas, maka akan membantu industri bidang properti saat pandemi.

baca juga:

“Sebetulnya pemerintah sudah ada bantuan skema uang muka ini kan hanya rumah subsidi, perlu diskusi uang muka itu agar bisa lebih general dan untuk komersil,” ucapnya dalam acara Webinar Akurat.co bertemakan ‘Relaksasi DP 0 Persen Sebagai Senjata Utama Peningkatan Kredit’, di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Ia menyarankan agar skema bantuan uang muka tersebut dapat diberikan untuk rumah dengan harga dari Rp150 juta hingga Rp5 miliar.

Menurutnya, hal ini sangat mungkin bisa dilakukan. Sebab, pemeirntah memberikan PPN rumah yang ditanggung pemerintah, di mana hal tersebut sangat membantu sektor properti.

Ia mengharapkan pemerintah dapat segera membahas skema tersebut agar dapat kembali menggairahkan sektor properti Tanah Air.

“Karena pada praktiknya, justru dengan menerapakan subsidi uang muka justru itu menjadi solusi,” ucapnya. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

Berita Terbaru